Kisah H.Suyadi Hibahkan Lahan 1 Ha Demi MTsN 9 Kediri

621

Surabaya, Muslim Obsession – Seorang lelaki paruh baya berpakaian batik coklat lengan pendek terlihat sumringah bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Surabaya.

Ia tampak membawa sejumlah surat yang diselipkannya dalam sebuah map dan menyerahkannya kepada orang nomor satu di Kementerian Agama itu.

Lelaki tersebut bernama H.Suyadi. Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ini menghibahkan satu hektar tanah yang ia miliki kepada Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Kediri.

“Alhamdulillah semoga lahan yang dihibahkan bermanfaat bagi pendidikan Islam di Kediri khususnya MTsN 9 Kediri. Terima kasih atas hibah lahannya,” ujar Menag tak kalah sumringah, usai menerima map berisi berkas-berkas terkait hibah tanah yang dilakukan Suyadi.

Kebahagiaan ini pun tampak dirasakan oleh  Plt Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin, Rektor UINSA Masdar Hilmy, Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Jatim Markus dan pihak MTsN 9 Kediri yang turut mendampingi Menag.

Sementara, Suyadi yang didampingi istri dan dua putrinya menceritakan kepada Menag latar belakang ia menghibahkan tanah miliknya kepada madrasah. Suyadi mengaku gelisah melihat suasana belajar mengajar di MTsN 9 Kediri.

“Saya terenyuh melihat kondisi siswa-siswi di MTsN 9 Kediri yang belajar dengan sarana dan prasarana seadanya. Sebagian siswa menumpang belajar ke MIN 2 Kediri. Inilah yang membuat saya menghibahkan lahan untuk MTsN 9 Kediri,” ujar bapak tiga anak ini, sebagaimana dirilis Kemenag.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yakni pada 6 Maret 2018 silam. Saat itu Menag Lukman Hakim menandatangani berita acara hibah tanah dari H Suyadi di Trawas Pacet Mojokerto, Jatim.

Saat ini, Suyadi juga tercatat sebagai salah satu anggota Komite Madrasah MTs N 9 Kediri. Sang putri, Siti  Salma Ayesha merupakan siswi MTs N 9 Kediri.

Kegelisahannya memuncak kala melihat kenyataan putrinya kurang nyaman saat belajar di MTsN 9 Kediri. Di sana ia menyaksikan secara langsung minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki MTsN 9 Kediri dengan jumlah siswa 467 orang tersebut.

Sebagian siswa terpaksa menumpang di tanah milik MIN 2 Kediri, sebagian lain  menjalani proses belajar mengajar di Gedung SD Inpres yang tidak terpakai dengan kondisi jauh dari standar kelayakan termasuk menumpang di musholla terdekat. Sementara siswa kelas 9 belajar di Gedung bantuan AIBEP Australia.

“Melihat keadaan itu saya terenyuh dan sempat menangis sendiri,” kenang Suyadi.

Menurut Suyadi banyak masyarakat yang memiliki tanah lebih luas, tetapi belum terketuk pintu hatinya untuk menghibahkan lahan demi pendidikan Islam di daerahnya.

Ia berharap dengan berdirinya bangunan MTsN di atas lahan satu hektare di Desa Wonorejo Kecamatan Wetes, kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam di daerah sekitar seperti Kecamatan Ngancar dan Kecamatan Ploso Klaten dapat terpenuhi.

Berdasarkan hasil rapat komite dengan pihak sekolah, di atas lahan seluas satu hektare itu rencananya akan dibangun gedung student center empat lantai. Usulan ini sudah diserahkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, pengembangan kapasitas gedung, peningkatan akses dan daya saing pendidikan dasar. Diantaranya membangun ruang kelas, ruang guru, ruang tata usaha, aula, laboratorium komputer dan IPA serta sarana dan prasarana lainnya.

MTsN 9 Kediri awalnya bernama MTsN Filial Pagu yang SK Pengeriannya berdasarkan KMA No.906 Tahun 2017 yang ditandatangani pada 25 Oktober 2017. MTsN 9 Kediri saat ini berada di Jalan Kilisuci, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Meski baru seumur jagung pasca penegerian, MTsN 9 Kediri kaya akan prestasi baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Seperti Juara II pada kejuaraan nasional Aeromodeling 2018, kejuaraan karate, kejuaraan free flight dan kejuaraan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here