Kisah Gus Baha Tentang Nabi Musa yang Sedang Sakit Gigi

976
KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha. (Foto: NU)

Jakarta, Muslim Obsession – Kebanyakan dari kita lupa kepada Allah ‘Azza wa Jalla saat sakit. Entah karena panik atau mungkin sudah hal yang lumrah ketika sakit maka tindakan pertama yang kita lakukan adalah pergi ke dokter.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, selanjutnya membeli obat sesuai resep untuk diminum dengan harapan sakit itu bisa sembuh.

Kita lupa bahwa yang menakdirkan seorang untuk sembuh dari sakit hanyalah Allah ‘Azza wa Jalla. Karenanya salah satu dari nama-nama Allah adalah Asy-Syaafii, yaitu Allah Yang Maha Menyembuhkan.

Terkait hal ini, KH. Bahaudin Nur Salim atau Gus Baha dalam sebuah ceramahnya berkisah tentang Nabi Musa ‘alaihissalam saat sedang sakit gigi.

“Nabi Musa itu pernah sakit gigi karena mentang-mentang beliau Kalimullah (orang yang sering berkomunikasi dengan Allah), ia minta kepada Allah, ‘Ya Allah tunjukkan obat untuk sakit gigi itu apa?’ Singkat cerita sama Allah dikasih tahu ‘kamu kunyah rumput ini!’ Karena resepnya dari Allah ya pasti mujarab, kan bukan dari dokter. Singkat cerita, dikunyah langsung sembuh,” ucap Gus Baha dalam sebuah tayangan video.

“Suatu saat Nabi Musa sakit gigi lagi tapi enggak konsultasi lagi. Karena pikirnya masih punya resep copy-an tadi. Kemudian datang, mencari rumput lagi, kemudian dikunyah. Bukannya sembuh) malah tambah sakit. Tanya sama Allah,” lanjut Gus Baha.

“Ya Allah ini resepnya sama, kok malah tambah sakit?” tutur Gus Baha menceritakan.

Allah kemudian menjawab, “Kamu itu kekasihku. Seharusnya kamu tahu bahwa yang menyembuhkan itu ‘Aku’ bukan rumput itu.”

Sejak saat itu, kata Gus Baha, Nabi Musa tak pernah tanya resep lagi.

Dari kisah di atas dijelaskan bahwa yang membuat sakit menjadi sembuh itu bukanlah obat. Bahkan, dalam kasus sakit gigi yang diderita oleh Nabi Musa, kesembuhan gigi yang sakit itu bukanlah karena rumput.

Allah ‘Azza wa Jalla menunjukkan kepada Nabi Musa bahwa rumput yang dulu digunakan sebagai obat itu ternyata tidak mampu menyembuhkan rasa sakit jika Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengizinkan. Sementara kebayakan orang selalu percaya dan yakin bahwa obatlah yang menyebabkan.

Obat hanyalah perantara (media) saja. Sedangkan yang mampu menyembuhkan sakit manusia adalah Allah ‘Azza wa Jalla. Sama halnya dengan dokter, ia pun bukanlah penyembuh penyakit, ia hanyalah orang yang mengobati, bukan yang menyembuhkan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here