Kisah Dialog Nabi Daud dan Hewan Pembawa Penyakit

764
Ilustrasi: Virus.

Muslim Obsession – Mewabahnya virus Corona saat ini mengingatkan drh. Tgk Fakhrurrazi pada kisah dialog Nabi Daud ‘alaihissalam dan seekor hewan pembawa penyakit.

Kisah ini disampaikan Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh ini saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Lambada Kupi, Gampong Pineung, Banda Aceh, Selasa (10/3) malam.

Pada suatu hari, Ayahanda Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ini sedang duduk-duduk dengan para sahabat. Tiba-tiba lewatlah seekor binatang yang ukurannya begitu kecil di depan Nabi Daud.

Nabi Daud lantas bertanya kepada binatang kecil tersebut untuk apakah Allah SWT menciptakan hewan kecil itu dan apa tujuannya?

Maka singkat cerita, hewan kecil tersebut pun berdialog dengan Nabi Daud.

“Wahai Nabi Daud, ketahui olehmu bahwa kami ini adalah hewan kecil yang menurut pandanganmu seolah-olah tidak bermanfaat, tapi ketahui olehmu bahwa kami ini adalah suatu makhluk yang selalu mengingat Allah setiap saat. Begitu kami lupa sekejap mengingat Allah, sungguh kami akan langsung binasa seketika”.

Lantas hewan kecil tersebut bertanya kepada Nabi Daud, apakah ada umat Nabi Daud yang mengingat Allah sebanyak hewan kecil tersebut.

Mendapat pertanyaan tersebut, Nabi Daud pun terdiam keheranan.

Binatang ini terus berdialog dengan nabi dan menyampaikan “Wahai Rasul Allah, kami akan memfungsikan diri dalam kedidupan umat manusia, jika manusia telah hidup dan berperilaku di bawah kami. Artinya, manusia sudah berperilaku seperti binatang, bahkan jauh di bawah binatang.”

Kalau itu sudah terjadi, kata hewan kecil tersebut, maka mereka akan mengambil haknya pada manusia. Adapun hak pertama yang akan diambil adalah memakan otak-otak manusia.

“Kami akan masuk di lubang-lubang yang ada pada tubuh manusia, dengan begitu, mereka akan lumpuh dan mati seketika tanpa adanya gejala yang terlihat,” ujar hewan kecil tersebut kepada Nabi Daud.

“Kemudian apa lagi?” tanya Nabi.

“Ternak-ternak, tumbuhan dan buah-buahan mereka akan kami hancurkan. Selanjutnya, kami keringkan air-air yang ada di muka bumi,” jelas hewan tersebut.

“Masya Allah, inilah tugas dari binatang kecil itu, jika perilaku manusia sudah melampaui binatang,” ujar Tgk Fakhrurrazi yang juga Imam Masjid Darul Falah Kampong Pineung ini.

Dapat dikatakan bahwa hewan kecil tersebut merupakan makhluk Allah yang dikenal dengan virus. Virus ini ukurannya sangat kecil, hanya Nampak dilihat dengan mikroskop.

Tgk Fakhrurrazi melanjutkan, melihat fenomena hari ini apa yang terjadi di tengah umat manusia. Apakah di kalangan muslim maupun non muslim yang berjalan beriringan menghancurkan alam.

Bahkan jauh-jauh hari, Allah SWT dalam Al-Quran sudah mengingatkan kepada umat manusia agar tidak merusak dan menghancurkan alam semesta. Setelah Allah mengatur sistemnya yang begitu rapi.

Kalau alam sudah rusak, maka binatang kecil yang tadinya berada di atas udara yang begitu jauh dan di dalam bumi yang begitu dalam, akhirnya bangkit ke permukaan untuk memberikan pelajaran kepada umat manusia yang sudah merusak ekosistem.

“Jadi inilah jawaban mengapa hari ini lahir mahluk-mahluk kecil yang memakan otak-otak manusia. Makhluk ini kalau sudah masuk ke dalam otak manusia bisa mengakibatkan otak manusia terganggu, mengakibatkan lumpuh dan meninggal dunia seketika tanpa ada gejala,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here