Kisah Badui yang Menolak Makan Siang Bersama Al-Hajjaj, Gubernur Irak

273

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak kisah-kisah dari orang Arab Badui yang bikin orang tertawa, haru, dan merasa heran. Orang-orang Badui memang dikenal sebagai orang berani, nekad dan punya pola pikir yang berbeda lain dari yang lain. Nabi Muhammad Saw dalam kisahnya kerap bersinggungan langsung dengan orang-orang Badui.

Misalnya cerita saat orang Badui kencing di masjid. Para sahabat banyak mengencam dan melarang orang Badui yang dengan sengaja kencing di Masjid. Namun Nabi justru membiarkannya tanpa ada rasa marah. Nabi Saw hanya mengatakan: “Biarkan, jangan memutus kencingnya!”

Tak lama kemudian, beliau memanggil orang badui itu, dan menasehatinya:

“Ini adalah masjid yang tidak layak untuk dikencingi dan dikotori. Masjid hanya untuk dzikir kepada Allah, salat, dan membaca Al-Qur’an.” Dalam cerita lain ditambahkan, Nabi Saw kemudian menyuruh sahabat lain untuk membawa air dan menyiram kencing itu.

Kisah-kisah orang Arab badui memang selalu menarik untuk diambil hikmahnya. Pada kisah yang lain, orang Arab badui ini digambarkan sebagai sosok yang taat sekali saat menjalankan sebuah ibadah, tak terkecuali ibadah sunnah sekalipun.

Kisah ini ada dalam catatan kitab Anisul Mu’minin, karya Shafwak Sa’dallah al-Mukhtar. Begini kisahnya:

Suatu ketika al-Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi (661-714 M), seorang Gubernur Irak di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Bani Umayah, pergi berburu dengan beberapa pengawalnya. Al-Hajjaj memiliki kebiasaan, bila hendak makan ia harus ditemani oleh seseorang.

Singkat cerita tibalah waktu makan siang. Al-Hajjaj memerintahkan pengawalnya mencarikan seseorang untuk dijadikan teman makan siang bersamanya. Akan tetapi pengawal itu tidak menemukan siapapun, kecuali orang badui yang sedang tidur di bawah naungan sebuah bukit. Lantas pengawal Al-Hajjaj membangunkan orang badui itu.

Orang badui yang terperanjat dari tidurnya lantas bertanya-tanya,

“Kenapa kau membangunkanku?,” sergah si badui.

“Kami mengundang engkau untuk makan bersama gubernur Irak, tahukah engkau siapa dia?” terang pengawal itu sambil bertanya.

“Ya, aku tahu, dia adalah Al-Hajjaj bin Yusuf,” jawab si badui.

Lantas dibawalah si badui tadi ke hadapan Al-Hajjaj. Setibanya di hadapan Al-Hajjaj, tanpa basa-basi Al-Hajjaj lantas mengajukan pertanyaan kepada si badui yang sudah ada di hadapannya.

“Wahai orang badui, tahukah engkau siapa aku ini?” tanya Al-Hajjaj.

“Ya, engkau Al-Hajjaj bin Yusuf, gubernur Irak,” jawab si badui.

Al-Hajjaj lantas mempersilahkan si badui tadi duduk.

“Silahkan duduk, temani aku makan siang,” Al-Hajjaj mempersilahkan.

“Wahai Al-Hajjaj mohon maaf, aku telah mendapat undangan makan dari yang lebih utama daripada engkau,” jawab si badui.

“Wahai orang badui, siapa yang kau maksud lebih utama dariku,” tanya Al-Hajjaj penasaran.

“Hari ini aku sedang berpuasa, dan nanti aku akan mendapatkan hidangan dari Allah,” jawab si badui.

“Mengapa kamu berpuasa di hari yang terik dan sangat panas seperti ini?” Al-Hajjaj kembali bertanya.

“Wahai Al-Hajjaj, aku berpuasa untuk menangkal hari yang lebih panas dari hari ini,” si badui kembali menjawab.

Kini Al-Hajjaj mulai kehabisan cara untuk membujuk si badui menemaninya makan siang. Dengan sedikit nada memaksa Al-Hajjaj kembali merayu si badui.

“Sudah sudah, begini saja, kamu puasanya besok saja. Sekarang makanlah bersamaku,” rayu Al-Hajjaj.

“Tidak tidak, apa kau mengetahui sesuatu yang ghaib, apa kau bisa menjamin besok aku masih hidup?” jawab si badui yang kini mulai meradang.

Si Arab badui yang mulai kesal lalu kembali bertanya kepada Al-Hajjaj.

“Sebenarnya apa yang kau mau dariku?” tanya si badui.

“Sudah sudah tak usah kita perpanjang, aku tak menginginkan apa-apa darimu,” jawab Al-Hajjaj. Kini Al-Hajjaj benar-benar menyerah.

“Kalau begitu pergilah, tinggalkan aku bersama Allah,” perintah si badui.

Al-Hajjaj dan pengawalnya lalu meninggalkan si Arab badui. Sementara itu si Arab badui lantas melanjutkan tidurnya dalam keadaan tetap berpuasa. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here