Kisah Arsitek Asal Belanda: Mualaf dan Merancang Masjid Cipaganti

525
CPW Schoemaker.
CPW Schoemaker.

Ayahnya bernama Jan Prosper (J.P.) Schoemaker, seorang pensiunan kapten Koninklijk Nederlansch Indisch Leger (KNIL atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Keberadaan ayahnya dulu sangat dikwatirkan oleh pribumi karena akan membawa pengaruh kristen ke Indonesia. Namun ia tak menyangka justru anaknya malah masuk Islam.

“Dengan alasan yang tidak diketahui, Wolff Schoemaker keluar dari agama Kristen Katholik sekitar 1915 dan menjadi seorang muslim,” tulis C.J. van Dullemen dalam Arsitektur Tropis Modern Karya dan Biografi C.P. Wolff Schoemaker, seperti dikutip Historia, Rabu (3/7/2017).

Ada dua cerita mengapa Schoemaker masuk Islam. Pertama ia disebut sudah mencintai kebudayaan Islam sejak Direktur di Gemeentewerken Batavia. Gemeenterwerken adalah Dinas Pekerjaan Umum. Schoemaker menjabat direktur bagian Batavia selama 1914—1917 kala itu.

Versi cerita kedua disebabkan bahwa mojang Priangan menjadi penyebab kepindahan agama Schoemaker. Namun ada beberapa pihak yang meragukan soal kabar ini. Sebab, versi lain menceritakan ia menikah empat kali baik sama-sama dengan orang Belanda dan juga satu lainnya orang Tionghoa.

Keputusan Schoemaker menjadi seorang muslim tersebar luas baru pada 1930-an. Ketika itu dia telah menjabat sebagai asisten profesor dalam bidang sejarah arsitektur dan ornamen di Technische Hoogeschool Bandoeng (THB, sekarang Institut Teknologi Bandung). Dia mulai menggunakan nama Kemal untuk menunjukkan identitas Muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here