Kikis Kawin-Cerai, Pendidikan Pra Nikah Penting Dilakukan

516
Menag di Palangkaraya
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menandatangani prasasti peresmian Balai Nikah dan Manasik Haji di Palangkaraya, Jumat (4/5/2018). (Foto: Boy/Kemenag)

Palangkaraya, Muslim Obsession – Fenomena perceraian tidak semata karena ketidakcocokan, tapi bahkan direncanakan. Oleh karenanya, pendidikan pra nikah yang sedang diintesifkan Kementerian Agama sangat penting untuk dilakukan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, selama ini ada persepsi salah di masyarakat, dimana kawin cerai menjadi tolok ukur kehebatan seseorang.

“Ada persepsi semakin banyak melakukan kawin cerai, membuktikan bahwa seseorang itu hebat. Fenomena ini yang terjadi sekarang. Untuk itu, pendidikan pra nikah dan bimbingan perkawinan sangat penting,” kata Menag saat meresmikan 19 Balai Nikah dan Manasik Haji di Asrama Haji Al-Mabrur Palangkaraya, Jumat (4/5/2018).

Dilansir Kemenag, Menag menuturkan, saat ini pendidikan yang diutamakan bukan hanya tentang pendidikan anak. Pendidikan menjadi orangtua itu bahkan dinilai jauh lebih penting.

Menurut Menag, selama ini pendidikan menjadi orangtua secara khusus tidak ada, sehingga pasangan yang akan menikah umumnya hanya belajar dari pengalaman pendahulunya. Akibatnya, saat menikah, tidak sedikit dari mereka yang masih buta dunia pernikahan dan keluarga. Bahkan, hak dan tanggungjawab dalam sebuah hubungan perkawinan juga belum dipahami.

“Keluarga yang berkualitas harus dipersiapkan. Orangtua yang baik menghasilkan anak-anak yang baik karena baik pendidikannya,” ujarnya.

Kemenag sudah merancang program pendidikan pranikah sejak 2 tahun lalu. Balai Nikah nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan akad nikah saja, tapi juga tempat pembinaan dan bimbingan yang baik, terstruktur.

“Ini penting guna mewujudkan pasangan yang siap menghadapi pernikahan,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here