Kiai Said Aqil Ungkap Nasab Gus Baha dari Jaka Tingkir sampaI Brawijaya V

400

Jakarta, Muslim Obsession – “Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur’an hingga detail-detail fiqh yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti Pak Baha.”

Itu lah ungkapan kalimat yang diutarakan Prof. Quraisy Syihab menanggapi keluasan ilmu yang dimiliki oleh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha. Pria asal Rembang, Jawa Tengah ini memang dikenal sebagai ulama yang mumpuni dengan penguasaan ilmu agama yang cukup matang.

Ya, Gus Baha kini memang tengah digandrungi bukan hanya oleh para santri, tapi juga oleh masyarakat disemua kalangan. Ia banyak digemari karena punya ke dalaman ilmu agama yang luas. Gaya penyampainnya pun ringan mudah dipahami oleh masyarakat awam, sesekali ia melontarkan ceramah dengan bahsa yang lucu.

Seperti pribahasa “Buah jatuh tak jauh dari pohon” Kepintaran Gus Baha dalam memahami ilmu agama memang tidak jauh dari orang tua. Ia adalah putra seorang ulama’ ahli Qur’an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, sebuah desa di pesisir utara pulau jawa.

Silsilah keluarga dari garis ibunya merupakan silsilah keluarga besar ulama’ Lasem, Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu yang pesareannya ada di area Masjid Jami’ Lasem, sekitar setengah jam perjalanan dari pusat Kota Rembang.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) K.H. Said Aqiel Siradj dalam suatu kesempatan memaparkan tentang silsilah nasab Gus Baha. Kata Kiai Said, Gus Baha adalah tokoh NU yang sangat dihormati. Ia adalah keturunan dari para ulama-ulama besar yang memang mumpuni dalam ilmu agama. Nasabnya bahkan sampai ke Brawijaya V

Berikut Nasab Gus Baha seperti yang disampaikan Kiai Said dalam chanel youtobe ngaji online:

Gus Baha Bin Nyai Yuhanid, Binti Nyai Fathimah, Binti Nyai Hafshoh, Binti Kiai Ma’shum, Bin Kiai Sholeh, Bin Asnawai Sepuh, Binti Nyai Muziroh, Binti Nyai Ulfiah, Binti Mbah Mutamakin, Bin Sumonegoro, Bin Sumoningrat, Bin Hadi Wijoyo alias Joko Tingkir, Bin Sunan Pengging, Bin Pamundayan, Bin Brawijaya V (Raja terakhir Majapahit)

Kiai Said juga mengakui kehebatan Gus Baha dalam menyampaikan sebuah ilmu. Sosok seperti Gus Baha adalah hadiah dari Allah untuk warga NU dan umat Islam Indonesia, di mana kehadirannya selalu banyak dinantikan oleh umat untuk memberikan pencerahan spiritual.

Gus Baha diketahui tidak pernah kuliah. Ia hanya mengampu pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu milik Syaikhina Maimoen Zubair.  Selain sederhana, Ia juga dikenal sebagai santri yang cerdas mampu menghafal kitab-kitab klasik. Tak ayal, ia dijuluki sebagai santri kesayangan Mbah Maimoen. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here