Kiai Ma’ruf Sebut PA 212 Gerakan Politik

285
Kiai Ma'ruf di Bangkalan
KH. Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional ke-2 bersama Ulama se-Madura di Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin, Arosbaya, Bangkalan, Madura. (Foto: Istimewa).

Semarang, Muslim Obsession – Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyebut Persaudaraan Alumni 212 yang sebelumnya gerakan 212 kini menjadi gerakan politik. Padahal menurutnya, gerakan tersebut tujuan awalnya adalah untuk penegakan hukum terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Fatwa gerakan 212 saya yang buat gerakan penegakan hukum atas Ahok. Hukum sudah diberlakukan ya selesai,” kata Kiai Ma’ruf Amin di Semarang, Selasa (5/2/2019).

Dia menyebut munculnya gerakan pada masa pemilihan Presiden 2019 bukan soal memenangkan Capres dan Cawapres saja. Namun sudah dalam momen pertarungan antar ideologi.

” NU tetap pada khitahnya, solid, satu suara mendukung pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden,” jelasnya.

Apabila gerakan-gerakan itulah yang kemudian dijadikan kendaraan politik kelompok-kelompok tertentu, kata Ma’ruf, membuat manuver dengan segala gerakan politisasinya.

“Kalau sekarang dihidupkan lagi (212) untuk silaturahim tidak masalah. Asal jangan tujuan yang lain,” tuturnya.

Meski banyak muncul gerakan 212 yang berganti PA 212 adalah gerakan politik seperti gerakan baru 414 serta gerakan melabelkan 212 yang memakai nama GNPF tujuannya sudah berbeda. Gerakan tersebut melainkan bukan sebagai fungsi utama saat pertama dibuat.

“Muncul nama PA (Persatuan Alumni) 212. Kemudian GNPF-MUI diganti, dibuat GNPF Ulama. Ini sudah tidak ada kaitannya dengan istilah penegakan hukum tapi gerakan politik,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here