Kiai Ma’ruf: Santri Harus Punya Kemampuan dan Kompetensi

372
Kiai Ma'ruf di HSN
Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengikuti apel Hari Santri yang digelar di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya. (Foto: Istimewa).

Tasikmalaya, Muslim Obsession – Para santri harus punya kompetensi dan kemampuan yang mumpuni agar bisa mengabdi untuk bangsa dan negara, mengisi kemerdekaan dengan menghilangkan kemiskinan.

Hal itu diungkap Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin usai mengikuti apel Hari Santri yang digelar di Lapangan Dadaha, Senin (22/10/2018). Ma’ruf hadir sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) di acara yang dihadiri ribuan santri dari Tasikmalaya dan sekitarnya itu.

Kata Ma’ruf, hari santri diperingati demi memberikan semangat bagi para santri untuk membela NKRI. Baginya, santri harus mengingat bahwa kemerdekaan RI merupakan bagian dari perjuangan santri. Artinya, santri harus merasa punya peran, dihargai dan diperhitungkan negara.

“Sebab santri itu harus punya semangat mengabdi pada bangsa dan negara. Bukan hanya saja dalam mengusir penjajahan, tapi mengisi pembangunan menghilangkan kemiskinan dan membangun kesejahteraan,” kata Ma’ruf.

Menurutnya, santri harus mengambil peran di dalam segala aspek pembangunan bangsa dan negara. Dan di dalam konteks itu, santri juga harus menyiapkan dirinya untuk bisa berkiprah lebih besar. Tentu peran pesantren sebagai wadah pendidikan santri juga wajib berperan lebih besar.

“Santri harus siap untuk mengabdi. Jadi tidak hanya punya semangat, tapi juga harus punya kemampuan dan kompetensi,” tandas Ma’ruf.

Sementara itu Ketua Umum PB NU  Said Agil Siradj menjelaskan, bahwa santri selalu berperan dalam berbagai peristiwa perjuangan bangsa. Sejak kemerdekaan 1945, ketika menghadapi pemberontakan DI/TII, peristiwa 1965, 1983-84 ketika mempelopori penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal, hingga Reformasi 1998.

Menurutnya, momen Hari Santri harus jadi momentum penguatan paham kebangsaan. “Bagian dari spirit nasionalisme. Hubbul Watan Minal Iman, harus digalakkan,” tukas Said.

Said juga menyampaikan rasa syukur karena RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sedang diproses di DPR RI. Hal itu merupakan bagian dari perjuangan menjadikan negara Indonesia aman, makmur, berkepribadian, dan berakhlak.

“Kita harap RUU ini segera dijadikan undang-undang,” tandas Said. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here