Kiai Ma’ruf: Pesantren Bukan ‘Bengkel’ Anak Nakal

70
KH Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin.

Demak, Muslim Obsession – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin menegaskan pentingnya regenerasi ulama di Tanah Air. Pasalnya, di era yang serba maju saat ini upaya regenerasi ulama menjadi amat penting untuk dilakukan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kiai Ma’ruf kembali menyerukan gerakan ‘Ayo Mondok’ kepada masyarakat luas.

“Kita dukung upaya para ulama mendirikan pesantren dengan mengirim anaknya ke pesantren. Saya setuju sekali dengan gerakan Ayo Mondok,” kata Ma’ruf saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hidayat Krasak Temuroso Guntur, Demak, Jawa Tengah, Selasa (5/2).

Pengasuh Pondok Pesantren Tenara Banten ini juga berharap agar setiap orang tua yang memiliki putra-putri dengan tingkat kecerdasan tinggi dibujuk untuk mau menuntut ilmu di pondok pesantren. Nantinya, santri yang akan menjadi ulama harus mampu mengimplementasikan banyak ilmu dan bisa membagikan ilmunya kepada masyarakat sehingga bermanfaat.

“Satu anak kita harus kita kirim ke pesantren. Anak tiga, satu ke pesantren. Punya anak lima, satu ke pesantren. Tapi, yang dikirim ke pesantren itu anak yang paling pintar. Jangan anak yang paling bodoh,” ujarnya.

Kiai Ma’ruf menambahkan, selama ini ada kesalahan di masyarakat dimana setiap anak yang pintar disuruh jadi dokter atau insinyur, sementara anak yang bodoh dikirim ke pesantren. Jadi tak heran jika santri itu disebut KW 2 karena kalaupun ia menjadi kiai, maka kiai yang bodoh. Padahal menurutnya, kiai itu harus pintar karena akan membimbing umat.

Oleh sebab itu ia meminta kepada para orang tua agar tidak menjadikan pesantren sebagai tempat untuk membenahi anak yang sulit diurus atau malas-malasan dan bodoh di sekolah.

“Anak yang sulit diurus, teler terus, rapornya merah terus, lalu dititipkan saja di pesantren. Akhirnya pesantren yang begitu tempat bengkel anak-anak nakal,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here