Kiai Ma’ruf Amin Sebut GNPF Ulama Bubar, Ini Tanggapan Ketum GNPF Ulama

401
Yusuf Muhammad Martak (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Muslim Obsession – GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menepis pernyataan cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin yang menganggap gerakan 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) sudah bubar.

Ketum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, dirinya tak menampik GNPF MUI sekarang sudah ‘bubar’ dan berganti nama menjadi GNPF Ulama. Menurutnya, GNPF Ulama tercetus karena tak ada kaitannya lagi dengan MUI.

“Memang saat itu GNPF didirikan dengan dasar karena mengawal surat pandangan keagamaan, fatwa yang dikeluarkan MUI. Setelah selesainya permasalahan, baik dari MUI baik dari Kiai Ma’ruf Amin saat itu di dalam rapat ada pengurus-pengurus mengimbau agar tak mencantumkan MUI, dan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa diubah menjadi mengawal Fatwa Ulama,” ujar Yusuf Martak, Ahad (25/11/2018).

Sedangkan perihal acara reuni 212, Yusuf Muhammad Martak menyebut sudah mendapat perizinan menggunakan Monas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Panitia reuni juga sudah mengirim surat pemberitahuan kepada pihak kepolisan.

“Izinnya juga sudah keluar dari Gubernur dan pemberitahuan kepada aparat juga sudah selesai. Jadi santai aja,” tukasnya.

Sementara itu, menjawab pernyataan Kiai Ma’ruf Amin yang menganggap 212 sudah bubar. Ketua PA 212 Slamet Ma’arif menegaskan bahwa 212 tidak akan bubar.

“212 Tak akan bubar sampai kapanpun,” katanya.

Slamet Ma’arif menilai aksi 212 merupakan gerakan moral guna memperjuangkan perdamaian dan persatuan umat Islam, sehingga spiritnya harus terus dipelihara.

“212 gerakan moral, dan perjuangan yang penuh kedamaian untuk menyatukan umat dalam bingkai persaudaraan sehingga spirit 212 harus senantiasa kita jaga dan pelihara sampai kapanpun,” pungkasnya. (Bal)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here