Khatam Al-Quran Terakhir Gus Sholah

186
Gus Sholah (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah pada Ahad (2/2/2020) menyisakan banyak kenangan. Terutama bagi orang-orang terdekat adik kandung mendiang Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Salah satu kenangan diungkapkan putra almarhum Gus Sholah, Ipang Wahid. Pemilik nama Irfan Asy’ari Sudirman ini menceritakan saat-saat terakhir ayahnya sebelum wafat.

Gus Sholah, menurut Ipang, sempat mengkhatamkan Al-Quran beberapa saat sebelum dioperasi dan akhirnya kemudian meninggal dunia.

Lewat postingan cukup panjang, Ipang menuliskan kenangannya itu dalam akun Instagramnya, Selasa (11/2/2020) berikut ini:

MENGEJAR JUZ 28 & 29

Gus Sholah dan Bu Nyai Farida, Bapak dan Ibuku sering digoda dengan panggilan truk gandeng.

Artinya, kemana mana Beliau berdua pergi, hampir selalu berduaan. Kalau keluar kota, seringnya tanpa ajudan, tanpa asisten.

Kebisaan berduaan itu juga terjadi di rumah. Dimulai dengan sholat tahajjud barengan, lalu lanjut mengaji berduaan. Masing-masing 1 juz.

Malam itu, diruang Rawat Intensif khusus jantung, sekitar 5 hari sebelum Bapak wafat, Bapak malam2 minta diputarkan juz 27 melalui ipod yang diletakkan disamping bantal tidur Bapak.

Beliau mau mengaji, katanya. Walaupun kondisi agak lemah dan tiduran, Bapak tetap kekeuh mau mengaji dengan dibantu alunan murotal.

Selesai mengaji, Beliau kita minta untuk istirahat.

Beliau setuju.

Lalu berubah pikiran.

Minta permen pedes.

Terus minta diputar juz 28 dan 29.

Awalnya kita melarang karena Bapak butuh istirahat.

Tapi ya namanya gen Wahid, pasti keukeuh surekeuh.

Kita tanya kenapa?

Beliau bilang, “SAYA MAU BURUAN KHATAM. Malam ini 27,28,29. Besok 30. Selesai.” Seakan ada target waktu yang dikejar.

Begitulah. Besoknya Bapak berniat menyelesaikan juz 30.

Rupanya, besok itu, adalah HARI TERAKHIR BAPAK sebelum Beliau di operasi.

Jumat pagi Bapak dioperasi.

Sempat sadar sebentar, lalu hilang kesadaran dan wafat.

Itulah rahasia kenapa Bapak keukeuh mau habiskan 3 juz dalm semalam.

Karena Bapak tahu bahwa Bapak berkejaran dengan waktu.

Itulah ‘ganjaran’ untuk mereka yang mencintai Qur’an.

Allahummarhamna Bil Quran. Waj’alhulanna Imaaman Wa Nuuran Wa Huda Wa Rohmah…

 

View this post on Instagram

. MENGEJAR JUZ 28 & 29 . Gus Sholah dan Bu Nyai Farida, Bapak dan Ibuku sering digoda dengan panggilan truk gandeng. Artinya, kemana mana Beliau berdua pergi, hampir selalu berduaan. Kalau keluar kota, seringnya tanpa ajudan, tanpa asisten. . Kebisaan berduaan itu juga terjadi di rumah. Dimulai dengan sholat tahajjud barengan, lalu lanjut mengaji berduaan. Masing-masing 1 juz. . Malam itu, diruang Rawat Intensif khusus jantung, sekitar 5 hari sebelum Bapak wafat, Bapak malam2 minta diputarkan juz 27 melalui ipod yang diletakkan disamping bantal tidur Bapak. Beliau mau mengaji, katanya. Walaupun kondisi agak lemah dan tiduran, Bapak tetap kekeuh mau mengaji dengan dibantu alunan murotal. . Selesai mengaji, Beliau kita minta untuk istirahat. Beliau setuju. Lalu berubah pikiran. Minta permen pedes. 😅. . Terus minta diputar juz 28 dan 29. Awalnya kita melarang karena Bapak butuh istirahat. Tapi ya namanya gen Wahid, pasti keukeuh surekeuh. . Kita tanya kenapa? Beliau bilang, “SAYA MAU BURUAN KHATAM. Malam ini 27,28,29. Besok 30. Selesai.” Seakan ada target waktu yang dikejar. . Begitulah. Besoknya Bapak berniat menyelesaikan juz 30. . Rupanya, besok itu, adalah HARI TERAKHIR BAPAK sebelum Beliau di operasi. . Jumat pagi Bapak dioperasi. Sempat sadar sebentar, lalu hilang kesadaran dan wafat. . Itulah rahasia kenapa Bapak keukeuh mau habiskan 3 juz dalm semalam. . Karena Bapak tahu bahwa Bapak berkejaran dengan waktu. Itulah ‘ganjaran’ untuk mereka yang mencintai Qur’an. . Allahummarhamna Bil Quran Waj’alhulanna Imaaman Wa Nuuran Wa Huda Wa Rohmah… . #kisahGusSholah #gussholah #Tebuireng #ipangwahid

A post shared by Ipang Wahid (@ipangwahid) on

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here