Khadijah, Wanita Paling Dermawan yang Dirindukan Surga

485
Ilustrasi Wanita Shalihah

Muslim Obsession – Salim A Fillah dalam tulisannya bertanya, “Jika kita punya anak jejaka; tampan, jujur, tepercaya, cerdas, pandai bergaul, berperangai mulia, dan masyhur kedermawanannya; terpikirkankah untuk menjodohkannya dengan wanita yang telah dua kali menjanda?”

Nyaris tak terbayangkan. Maka kita sepakat; Allah-lah yang paling sayang pada Muhammad. Maka mengapa Khadijah yang Dia pilihkan untuk mendampingi pemuda ini?

Karena Allah Maha Tahu, mari lihat ke masa depan. Bayangkan ketika wahyu turun, dan Sang Nabi jatuh bangun, tersaruk-saruk menyusur turun, berkeringat, pucat, gemetar, dan berkata, “Selimuti aku.. Selimuti aku..!”, di depan pintu; wanita seperti apa yang sanggup menanggapi dengan tepat dan jitu keadaan itu?

Hanya Khadijah. Bayangkan ketika gelisah menyergap, kian gelap hari-hari yang dijalani sebakda 40 tahun reputasinya tanpa cela lalu kini dia dituduh dusta, dikatai gila, penyair, penyihir, dan dukun; sedang wahyu tak turun sekian lama; siapakan yang mampu menguatkannya dan berkata, “Allah takkan meninggalkanmu.. Karena kau selalu menyambung silaturrahim, menyantuni yatim, menolong yang miskin!”?

Hanya Khadijah. Dan hanya Khadijah yang teliti menguji kemalaikatan Jibril, yang gagah merengkuh kedua putrinya kala dikirim pulang oleh keluarga Abu Lahab, yang menopang kaumnya ketika pemboikotan mencekik, yang membenarkan ketika semua mendustakan, yang menyerahkan seluruh hartanya ketika semua orang menahan.

Baca Juga: 

Baginda Nabi: Demi Allah, Tidak Ada yang Dapat Gantikan Khadijah

Perjuangan Nafisah Mempertemukan Cinta Khadijah dengan Nabi Muhammad

Viral Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”, Apa Keistimewaan Aisyah?

la tidak pernah mengeluh dan menghitung-hitung berapa besar yang dikeluarkannya untuk perjuangan suaminya ketika wahyu telah turun. Khadijah adalah bangsawan kaya raya yang telah mengorbankan seluruh miliknya untuk perjuangan menegakkan risalah Islam yang diemban suaminya tercinta, Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hingga dengan pengorbanannya itu, ia pun rela hidup kelihatannya menderita secara fisik tapi bahagia dalam jiwa, semakin berkurang hartanya secara materi tapi justru semakin banyak pahalanya, seolah meninggalkan kemegahan duniawi tapi justru menuju keindahan ukhrawi.

Ia pun rela dan ridha menyediakan rumahnya untuk pusat dakwah Nabi, mengantar makanan ke tempat ibadah Nabi, menenangkan jiwa Nabi manakala ketakutan bertemu Malaikat Jibril kali pertama, yang menyelimuti kegundahan Nabi, serta membiayai perjuangan Nabi sampai ketika diboikot penduduk kafir Quraisy. Dan perjuangan itu dilakukannya hingga akhir hayatnya.

Tiada kata-kata yang lebih indah untuk melukiskan pengorbanan sucinya kecuali kata-kata sang kekasihnya, Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam haditsnya:

“واللهِ، ما أبدلَنِي اللهُ خيْرًا مِنْها: آمَنَتْ بِي حِيْنَ كَفَر الناسُ، وصدَّقَتْني إِذْ كَذَّبَنِي الناسُ، ووَاسَتْنِي بِمَالِها إِذْ حَرَّمَنِي النَّاسُ، ورَزَقَنِي منها اللهُ الوَلَدَ دون غَيْرِها من النِّسَاءِ.”

Artinya : “Demi Allah, Allah tidak memberiku wanita pengganti yang lebih baik daripadanya: dia (Khadijah) beriman kepadaku tatkala orang-orang mengingkariku; dia (Khadijah) memercayaiku ketika orang-orang mendustakanku; dia (Khadijah) membantuku dengan hartanya saat orang-orang tidak mau membantuku; dialah (Khadijah) ibu dari anak-anak yang Allah anugerahkan kepadaku, tidak dari istri-istri yang lain”.

Dan begitulah akhir kata-kata Khadijah kepada suaminya, ”Wahai Rasul utusan Allah, tiada lagi harta dan hal lainnya yang bersamaku untuk aku sumbangkan demi dakwah. Andai selepas kematianku, tulang-tulangku mampu ditukar dengan dinar dan dirham, maka gunakanlah tulang-tulangku demi kepentingan dakwah yang panjang ini.”

Maka, sangat layaklah bila Sang Khadijah Al-Kubra, mendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain yaitu, menerima ucapan salam dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Agung, yang disampaikan melalui malaikat Jibril ‘Alaihis Salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Saat itu Malailkat Jibril datang kepada Nabi, dan berkata, ”Wahai, Rasulullah, itulah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan dari aku, dan beritahukan kepadanya tentang (balasan) sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” (H.R. Bukhari).

Wallahu A’lam bish Shawab..

Dikutip dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here