KH. Syuhada Bahri: Dakwah Harus Menjadi Gerakan Bukan Hanya Kewajiban

202

Manado, Muslim Obsession – Ketua Lembaga Dakwah Persaudaraan Muslimin Indonesia KH. Syuhada Bahri memberikan tausiah keagamaan kepada masyarakat dan Dai Parmusi di Masjid Firdaos, Kota Manado, Senin (4/11/2019) malam. Banyak hal yang dibahas, salah satunya mengenai gerakan dakwah.

Kiai Syuhada memulai pembicaraan isi ceramahnya dengan menyebut bahwa Islam itu tinggi dan ditinggikan oleh Allah Swt.

Namun dengan tingginya Islam itu tidak menjamin umat Islam tinggi. Bisa jadi, umat Islam akan berada di posisi rendah dan direndahkan.

“Kapan umat Islam itu menjadi umat yang tinggi, yakni pada jaman Nabi Saw dan para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Di situ Islam tinggi dengan segala peradabannya yang maju dan disegani dunia,” ujar Kiai Syuhada.

Menurutnya, umat Islam pada saat itu maju berada di posisi tinggi, karena keimanan dan ketakwaan mereka terhadap Allah sangat kuat.

Para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in itu memegang prinsip keislaman yang kuat. Sehingga Allah memberikan keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran.

“Jadi problem umat Islam saat ini menurut padangan saya adalah lemahnya iman dan ketakwaan kita terhadap Allah Swt. Bahkan cara hidup kita sudah semakin jauh dari nilai-nilai Islam, sehingga saya merasa umat Islam sekarang terasa semakin rendah dan direndahkan,” jelasnya.

Atas dasar itu, ia menyebut Parmusi hadir sebagai salah satu Ormas Islam yang fokus bergerak dibidang dakwah dengan progam Desa Madani. Dimana poin utama Desa Madani adalah menanamkan rasa keimanan dan ketakwaan di masyarakat.

“Parmusi kini hadir dengan gerakan Desa Madani yang ingin menanamkan rasa keimanan dan ketakwaan di masyarakat sebagi pilar utamanya,” tandasnya.

Kiai Syuhada menambahkan, gerakan dakwah tidak mungkin tercapai kalau para dai tidak punya komitmen keislaman yang tinggi.

“Karena apa? Dai yang tidak punya komitmen keislaman tidak mungkin bisa melahirkan masyarakat yang Islami. Komitmen keislaman itu adalah kuatnya rasa keimanan dak ketakwaan kita terhadap Allah,” jelasnya.

Untuk itu, kepada para Dai Parmusi, ia menyerukan agar menjadikan dakwah sebagai gerakan bukan hanya sebagai kewajiban. Sebab, dengan menjadi gerakan, maka dakwah yang dijalankan memiliki target dan tujuan yang jelas.

“Kalau hanya sekedar kewajiban, setelah dakwah ya sudah selesai, tidak ada target, tidak ada sistem kontrol dan evaluasi, makanya dakwah harus menjadi sebuah gerakan,” tandasnya.

Kiai Syuhada kembali menekankan bahwa, konsep Desa Madani Parmusi bukan hanya menanamkan iman dak ketakwaan tapi juga penguatan ekonomi, kepedulian sosial dan pendidikan.

“Tapi dasarnya adalah iman dan takwa, karena dengan imam yang kuat kita bisa melahirkan ekonomi yang adil, jiwa sosial yang baik, dan pendidikan yang maju,” tutupnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here