KH. Said Aqil Siroj: Nabi Muhammad adalah Al-Ayatul Kubro

102

Jakarta, Muslim Obsession – Kehadiran Nabi Muhammad Saw di muka bumi ini, tidak lain sebagai ayat yang besar (ayatul kubro) bagi orang yang cerdas pikirannya.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan KH Said Aqil Siroj saat mengisi pengajian kitab Kasidah Burdah di Pesantrennya, beberapa waktu lalu.

Masih menurutnya, siapapun yang membaca sifatnya akan menjadi orang tersebut beriman.

Kiai Said menceritakan bahwa dahulu Abu Jahal sempat mempredikati Nabi Muhammad (saat itu belum jadi nabi) sebagai Al-Amin (orang yang dapat dipercaya) lantaran sifat-sifatnya yang baik. Bahkan karena sifat-sifat yang melekat itu membuat orang-orang Quraisy menitipkan harta bendanya kepada Nabi Muhammad.

“Namun, ketika Nabi Muhammad menjadi nabi, Abu Jahal mulai menentangnya. Lalu saat Nabi Muhammad hendak hijrah ke Madinah, harta benda orang-orang Quraisy pun dikembalikan. Ya memang beliau (Nabi Muhammad) orang baik,” terangnya seperti yang dilansir dari NU Online.

Sehingga dengan melihat kebaikan Nabi Muhammad tersebut, Kiai Said melanjutkan, membuat siapa pun yang berpikir jernih, normal, dan mau merenungkannya dalam-dalam, pasti akan beriman kepada agama Islam.

“Itu namanya Nabi Muhammad adalah al-ayatul kubro. Selain itu, Nabi Muhammad juga diistilahkan dalam Kasidah Burdah bagaikan nikmat yang sangat agung (an-ni’matul ‘udzma). Sehingga dengan istilah itu, bagi orang yang beriman kepadanya, maka akan mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan baik di dunia mau pun akhirat,” ujarnya.

Kiai alumnus Universitas Ummul Qura Makkah, Arab Saudi itu menegaskan, bahwa Nabi Muhammad itu luar biasa: ayat dan nikmat (ayatul kubro dan ni’matul udzma).

Kiai Said mengemukakan sebuah ayat dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya’ ayat 107, yang artinya; “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

“Jadi, ayat ini menegaskan bahwa yang mendapatkan rahmat Nabi Muhammad bukan hanya orang Islam saja, melainkan juga non-Muslim,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here