Keutamaan Sa‘ad bin Muadz

647
Keutamaan Sa‘ad bin Muadz

Muslim Obsession – Dari peperangan Banu Quraidlah kita dapat dapat mencatat keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh Sa‘ad bin Muadz. Pertama, ketika Nabi Saw. memberikan kepercayaan kepadanya untuk menetapkan suatu keputusan mengenai nasib Banu Quraidlah dan sikap beliau yang sepenuhnya mendukung terhadap setiap keputusan yang akan diambilnya.

Kedua, ketika Nabi Saw. memerintahkan orang-orang Anshar agar berdiri kepadanya pada waktu dia datang. Ini merupakan keutamaan besar bagi Sa‘ad bin Muadz karena perintah tersebut bersumber dari Rasulullah Saw.

Ketiga, ketika leher Sa‘ad terluka di perang Khandaq dengan khusyu ia mengangkat kedua tangannya mengucapkan doa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa tidak ada orang yang lebih aku sukai untuk aku perangi selain dari kaum yang mendustakan Rasul-Mu dan mengusirnya. Ya Allah, jika masih ada peperangan melawan orang-orang Quraisy maka berilah kesempatan kepadaku untuk berjihad melawan mereka di jalan-Mu.“

Doa Sa‘ad ini dikabulkan oleh Allah Swt. Lukanya mengering dan terlihat tanda-tanda akan sembuh total. Hingga terjadi perang Banu Quraidlah, Rasulullah Saw. menyerahkan kepadanya untuk menetapkan keputusan yang berkekuatan hukum terhadap mereka.

Maka Allah Swt. menghindarkan kaum Muslimin dari kejahatan kaum Yahudi serta membersihkan Madinah dari kotoran-kotoran mereka. Di sini Sa‘ad mengangkat kedua tangannya kembali berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya aku yakin bahwa Engkau mengakhiri peperangan antara kami dan mereka (Quraisy dan Musyrikin). Jika Engkau telah mengakhiri peperangan antara kami dan mereka maka letuskanlah lukaku ini dan jadikanlah kematianku padanya.“

Doa Sa‘ad yang kedua ini dikabulkan Allah. Lukanya pecah pada malam itu juga dan Sa‘ad meninggal dunia. Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari mengatakan, “Perkiraan Sa‘ad itu benar dan doanya juga dikabulkan. Sebab setelah perang Khandaq tidak pernah lagi terjadi peperangan antara kaum Muslimin dan orang-orang Quraisy.”

Kecuali kejadian yang dialami Rasulullah Saw. Beliau sedang siap-siap untuk melakukan umrah. Kemudian, mereka menghalangi kedatangan Nabi Saw. ke Makkah, sehingga hampir menimbulkan peperangan, tetapi tidak jadi.

Sebagaimana difirmankan Allah, “Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah Kota Makkah sesudah Allah Swt. memenangkan kamu atas mereka dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.“ QS Al-Fath [48]: (24).

Wallahu ‘alam bish shawab (VinaDinukil dari Sirah Nabawiyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here