Ketum PP Muhammadiyah: Umat Islam Jangan Saling Menjatuhkan

456
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Twitter @HaedarNashir)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, pihaknya cukup ptihatin dengan kejadian pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh kader Banser di Garut, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Muhammadiyah tidak ingin masalah ini terus berlarut dan memecah keutuhan bangsa.

Di tengah kekacuan itu Muhammadiyah percaya umat Islam maupun seluruh masyarakat Indonesia tetap mampu menjaga keutuhan nasional. Berbagai pengalaman pahit sebelum ini lebih dari cukup untuk menjadi bahan pelajaran rohaniah yang membuat umat dan bangsa ini makin matang dan dewasa.

“Karenanya kasus pembakaran bendera tersebut jangan menjadikan umat Islam dan bangsa Indonesia terpecah-belah dan jatuh pada saling bertentangan satu sama lain,” ujarnya, Kamis (25/10/2018).

Haedar mengimbau agar seluruh umat Islam dan dapat menahan diri dengan tetap bersikap tenang dan tidak berlebihan dalam menghadapi masalah yang sensitif ini. Hindari aksi-aksi yang dapat menambah persoalan menjadi bertambah berat dan dapat memperluas suasana saling pertentangan di tubuh umat dan bangsa.

“Beban bangsa Indonesia sungguh berat dengan berbagai masalah seperti korupsi dan kesulitan ekonomi, sehingga jangan ditambah dengan masalah baru. Sikap legowo dan tidak apologi atas kesalahan perlu ditunjukkan sebagai wujud kedewasaan berbangsa,” jelasnya.

Semua pihak, kata dia, penting mengedepankan jiwa ikhlas untuk berusaha saling meminta maaf dan memberi maaf satu dengan lain berlandaskan spirit ukhuwah sebagaimana diajarkan dalam Islam. Dengan begitu Insya Allah tidak ada yang jatuh diri karena saling memaafkan.

“Semua komponen bangsa pada dasarnya mencintai Indonesia dan tidak ada satu pihak pun yang berhak mengklaim diri paling nasionalis,” jelasnya.

Khusus kepada warga dan seluruh jajaran di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah diminta agar tidak melakukan aksi-aksi massa dalam merespons masalah pembakaran bendera tersebut. Sebaiknya ikut serta dalam menciptakan suasana tenang, damai, dan kebersamaan untuk terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here