Ketum Parmusi: POLRI Harus Tegas Tegakkan Hukum

699
Usamah Hisyam dan Kapolri
Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam Jambore Nasional Dai Parmusi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Cibodas, Cianjur, 25 September 2018. (Foto: Edwin B/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam mendesak Kepolisian RI bertindak tegas dalam proses penegakkan hukum terkait kasus pembakaran bendera yang telah meresahkan umat Islam.

Sebaliknya, anggota Dewan Pertimbangan MUI tersebut juga meminta umat Islam menaruh kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian dalam menyelesaikan kasus tersebut secara hukum.

“Kewajiban kita sebagai umat Islam untuk membela dan menegakkan panji-panji kalimat tauhid. Namun kita juga jangan mudah terprovokasi untuk bertindak sendiri-sendiri, karena kita harus cegah benturan antar umat. Sebaliknya perkuat persatuan dan ukhuwah islamiyah,” imbau Usamah, usai menerima sejumlah ustadz dari beberapa daerah di Parmusi Center Jakarta, Kamis malam (25/10/2018).

Bila ada masalah, lanjut Usamah, serahkan penuh kepada aparat keamanan, karena Indonesia merupakan negara hukum.

“Barusan saya sudah kontak Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar bertindak tegas dan berkeadilan dalam menangani kasus pembakaran bendera,” ungkapnya.

Menurut anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 ini, Tito berjanji akan melakukan proses hukum secepatnya.

“Beri kesempatan kepolisian melakukan penyidikan dan tindakan hukum,” tegasnya.

Khusus kepada para dai dan kader-kader Parmusi yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air, Usamah berpesan, agar tidak bersikap reaktif secara berlebihan, terutama komentar-komentar di media sosial harus terukur, tidak provokatif.

Pasalnya, Usamah mensinyalir adanya kekuatan besar yang kini berupaya mengadu domba umat Islam agar dari waktu ke waktu terus berbenturan, sehingga umat Islam disibukkan dengan aksi-aksi bahkan dapat berakibat konflik horisontal.

“Kalau situasi kondisi seperti ini terus berlangsung, kita umat Islam tak pernah bisa melakukan konsolidasi keimanan dan ketakwaan secara kaffah dalam situasi yang aman, tertib, dan damai. Sebaliknya, terus menerus gontok-gontokan dan yang menikmati konsolidasi adalah kekuatan besar itu sendiri,” ungkap mantan anggota Komisi I DPR RI ini. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here