Ketum Parmusi Desak Presiden Ganti Kepala BPIP

344
Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam saat membuka pelatihan Dai Desa Madani
Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam saat membuka pelatihan Dai Desa Madani

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila).

Desakan pencopotan ini menyusul pernyataan kontroversial Yudian yang mengatakan bahwa agama merupakan musuh terbesar Pancasila.

“Itu pernyataan ngawur. Jika memang pemahaman Yudian demikian, Presiden Jokowi harus segera mencopotnya. Kan banyak profesor yang paham betul sejarah, dimensi nilai serta filosofi Pancasila,” kata Usamah usai mengikuti Rapat Pleno Wantim MUI di Jakarta, Rabu (12/2).

Usamah mengatakan, agama dan Pancasila tak bisa dipisahkan karena seluruh sila yang terdapat di dalam Pancasila selaras dengan nilai-nilai agama (Islam).

“Pancasila dibuka dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, ini bukti konkrit bahwa para peletak dasar negara memahami betul pentingnya agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sudah jelas, kita negara teologis. Apalagi mayoritas penduduk beragama Islam,” jelas Usamah.

Di sila-sila berikutnya, mulai kemanusiaan, persatuan hingga keadilan juga sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan Islam. Ia pun mengaku tak habis pikir jika pernyataan itu bisa keluar dari Kepala BPIP yang dibayar mahal oleh negara bersumber APBN.

“Pernyataan ini menyesatkan dan bisa memancing kemarahan umat,” tandasnya.

Di sisi lain, tegas Usamah, pernyataan Yudian semakin menggiring asumsi umat bahwa pemerintahan saat ini cenderung sekuler karena meminimalisasi peran keagamaan, bahkan cenderung terjangkit islamophobia.

“Asumsi-asumsi seperti ini beredar di masyarakat. Presiden Jokowi jangan sampai terlena dan tidak memahami persoalan seperti ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi kepada tim Blak-blakan detik.com, mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here