Ketum Parmusi: Dakwah Tak Perlu Hingar Bingar

173

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus baru Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan H. Usamah Hisyam telah dikukuhkan. Di periode kedua kepemimpinan Usamah, Parmusi masih konsisten sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah.

Melalui program Desa Madani Parmusi dengan menempatkan para Dai Parmusi di seluruh pelosok negeri, Usamah kembali mengingatkan pentingnya sebuah dakwah ilallah. Dalam gerakkan dakwah ilallah ini, Dai Parmusi fokus mengislamkan ummat Islam Indonesia.

Artinya mengajari umat Islam yang belum bisa membaca Al-Quran, belum bisa menghafal bacaan shalat. Belum mengetahui nilai-nilai tauhid dan fiqih ibadah. Parmusi menemukan banyak umat Islam yang belum bisa baca tulis, belum bisa memahami dan mengetahui ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada semua dai Parmusi di seluruh pelosok tanah air , yang telah berjuang secara militan di jalur dakwah ilallah secara senyap tetapi nyata, karena berdakwah itu pada hakikatnya tak perlu hingar bingar, berdakwah harus mampu mengajak dan meluruskan kepada kebaikan, menghindari kemunkaran, termasuk menjaga perdamaian, dan persatuan ummat, bangsa dan negara. Singkatnya, Berdakwah harus bisa membangun peradaban madani,” tutur Usamah

Usamah menyampaikan itu di acara pengukuhan pengurus baru Parmusi di Hotel Holiday Inn, Jakarta Pusat pada Ahad (29/11/2020) malam yang dilanjutkan dengan musyawarah kerja nasional 1 Parmusi yang diikuti seluruh jajaran pengurus Parmusi tingkat wilayah dan daerah seluruh Indonesia.

Usamah menyampaikan, tugas dakwah yang dilakukan Parmusi bukan saja diarahkan kepada warga masyarakat biasa, ummat Islam di tingkat grassroot semata, tetapi juga harus dapat menyentuh kepada kekuasaan di semua tingkatan, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Hal ini perlu saya garisbawahi, karena kekuasaan itu dapat menjadi alat yang efektif dalam berdakwah, dengan memberikan contoh dan keteladanan akhlak mulia, melahirkan kebijakan-kebijakan berintikan keadilan dan kebenaran.”

“Kekuasaan yang baik, adalah kekuasaan yang mencerminkan akhlak mulia, yang bisa menegakkan amar makruf nahi mungkar untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here