Ketum Muhammadiyah: Manusia Diciptakan dengan Hak yang Sama

177
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir sebagai pembicara dalam International Meeting 'Peace With No Borders: Religions and Cultures in Dialogue di Madrid.

Muslim Obsession – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa sejatinya setiap manusia diciptakan memiliki hak yang sama. Hal itu tertuang juga dalam deklarasi PBB tentang HAM yang menyebutkan setiap manusia terlahir bebas dan mendapat perlakuan sama.

Demikian dikemukakan Haedar ketika menjadi pembicara International Meeting ‘Peace with No Borders: Religions and Cultures in Dialogue’, Selasa (17/9/2019).

Acara tersebut dilaksanakan Community of Sant’Egidio di Madrid, 15-16 September 2019. Forum yang secara khusus mengangat tema ‘No One Should Ever be Excluded’ itu menghadirkan tokoh-tokoh dunia sebagai pembicara.

“Setiap manusia bebas memiliki pemikiran dan gagasannya sendiri, sehingga semua harus diperlakukan dengan cara yang sama, tanpa boleh ada diskriminasi, dan tanpa perlakuan buruk oleh siapapun dan atas nama apapun di muka bumi ini,” kata Haedar.

Haedar menekankan, prinsip hak manusia universal yang diakui PBB menjadi komitmen semua orang, golongan, bangsa dan negara di manapun. Tujuannya, agar setiap manusia harus diperlakukan sama.

Ia meyakini bahwa dari sudut pandang komitmen beragama, secara universal agama sangat penting dan fundamental dalam kehidupan umat manusia. Agama, bernilai sangat penting di kehidupan duniawi.

Bahkan dalam masyarakat modern yang sekuler sekalipun, tegasnya, agama tetap relevan dan penting bagi kehidupan. Meskipun ekspresi dan aktualisasinya tidak bersifat langsung.

Tantangan utamanya adalah membuat umat beragama dari setiap agama mewujudkan nilai-nilai luhur keagamaan yang sakral untuk membangun tata kehidupan yang adil, damai, baik dan serba utama.

“Inilah yang menjadikan umat manusia hidup selamat dan bahagia secara bersama-sama,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here