Ketua Muhammadiyah Ini Menolak Jabatan Menteri

164

Jakarta, Muslim Obsession – Sejarah tak pernah melupakan sosok KH. Abdul Razak Fachrudin, atau yang lebih dikenal dengan nama A.R Fachrudin. Ia merupakan salah satu Ketua Umum PP Muhammadiyah yang melegenda. Fachrudin menjabat sebagai ketua terlama dari tahun 1968 sampai 1990, menggantikan KH. Faqih Usman.

Tokoh Islam menjadi ketua Umum PP Muhammadiyah ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto. Pak AR begitu sapaan akrabnya termasuk tokoh yang sangat dekat dengan Soeharto. Bahkan pernah beberapa kali ditawari jabatan sebagai Menteri Agama. Namun AR selalu menolak dan menjawab ingin mengurusi Muhammadiyah saja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Simon Saefudin, mantan redaktur Harian Republika dalam sebuah tulisan berjudul ‘Pak AR’, Cermin Harga Diri Bangsa dari Muhammadiyah yang sudah pernah terposting pada hari Ahad, 03 Juli 2016 di situa Republika pada rubrik dunia-Islam.

Sebagai orang yang pernah ngekos di rumah Pak AR selama hampir dua tahun, Simon sering mengikuti ceramah dan perbincangan AR. Termasuk ketika AR bercerita bahwa dirinya berkali kali ditawari Soeharto menjadi Menteri Agama. “Saya sudah cukup ngurusi Muhammadiyah saja Pak Harto, terima kasih,” kata AR.

Meski demikian, bukan berarti AR tidak pernah meminta bantuan Soeharto. Pernah suatu ketika Muhammadiyah akan membangun Universitas di Yogyakarta, yang kini menjadi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

AR kemudian mengirimkan surat yang sangat pendek kepada Soeharto. Dalam surat itu hanya tertulis “Pak Harto, Muhammadiyah akan bangun Universitas di Yogya. Menawi bapak kerso, monggo.”

Tak disangka, AR kemudian ditelepon ajudan Presiden, dan mendapatkan titipan cek yang cukup besar. Cek itu diserahkan semuanya kepada panitia pembangunan UMY. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here