Ketua MPR Tantang Petinggi PPP, Ada Apa?

93

Jakarta, Muslim Obsession – Acara diskusi peluncuran buku ‘Relasi Islam dan Negara’, di Press Room MPR RI, Jakarta, Senin (25/10/21) menjadi ajang bagi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melemparkan tantangan kepada Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Awalnya adalah buku yang ditulis Arsul berjudul “Relasi Islam dan Negara”. Di buku itu, Arsul Sani mengupas bahwa politik atau pengaturan negara termasuk urusan yang bersifat umum, yang berada di ranah ijtihad umat Islam.

Bambang yang mendapat kesempatan bicara dalam acara itu kemudian menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler, bukan pula negara agama.

Prinsip dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengamanatkan bahwa nilai-nilai moral agama harus menjadi rujukan dan sumber inspirasi dalam kehidupan bernegara, dengan tetap menjaga konsensus dan komitmen untuk menghormati kemajemukan dalam kehidupan beragama.

Karena itu, kata Bambang, ia menantang Arsul untuk mengupas tentang relasi Islam dan haluan negara, untuk melengkapi kehadiran buku ‘Relasi Islam dan Negara’ yang telah ditulis Arsul Sani.

Sebagai politisi, akademisi, sekaligus juga tokoh agama, kata Bambang, Arsul Sani sangat tepat mengupas sejauh mana agama memandang keberadaan haluan atau perencanaan dalam kehidupan manusia, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jadi, sambung Bambang, perlu dikaji juga relasi Islam dengan haluan negara atau Pokok-Pokok Haluan Negara. Apakah sebuah negara yang tidak memiliki perencanaan jangka panjang, dan membiarkan terjadinya perubahan haluan pada setiap pergantian presiden itu lebih banyak manfaat atau mudaratnya?

Apakah membiarkan proyek pembangunan yang dibiayai ratusan miliar bahkan puluhan triliun uang rakyat kemudian dibiarkan mangkrak karena perbedaan selera, visi, misi dan prioritas presiden lama dan presiden baru sesuai dengan ajaran Islam atau tidak?

“Karena menurut saya, membiarkan negara tanpa arah dan tanpa haluan serta mengabaikan kesejahteraan rakyat melalui ketidaksinambungan pembangunan yang sedang berjalan, jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam. Akibatnya, bisa menyeret kepada ketidakpastiaan pembangunan dan penggunaan anggaran negara yang tidak efisien yang berpotensi menimbulkan kerugian negara,” tegas Bambang.

Selain Bambang, acara itu juga mengundang narasumber, yakni lain Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Guru Besar Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Lili Romli, serta Pakar Komunikasi/Informasi Politik Abdul Rahman Makmun. (rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here