Ketika Cucu Pendiri Pondok Modern Gontor Gelar Maulidan di Gereja

630
Perwakilan Kedutaan Besar Indonesia memberikan sambutan.

Setelah gereja itu jadi disewa, Husnan bersama panita maulid dan dibantu sejumlah mahasiswa Leiden, menyusun rencana dekorasi. Selain kursi-kursi yang memang tidak bisa dipindahkan, ruangan gereja ‘disulap’ untuk menghadirkan konsep yang islami.

Sebuah panggung kecil dibuat persis di depan altar. Sementara untuk background, sebuah patung Yesus yang cukup besar serta altar ditutup dengan kain warna hijau. Bahkan, untuk memunculkan ornamen Islam, pada kain penutup itu dipasang kaligrafi arab ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ berukuran besar. Kain penutup itu juga berfungsi sebagai backdrop yang dituliskan identitas kegiatan dan temanya.

Di atas panggung disiapkan sebuah mimbar untuk penceramah dan sebuah sajadah serta ‘tatakan kayu’ untuk qari’ah membacakan Al-Quran. Selain itu, ada juga sound system dan beberapa jenis bunga untuk hiasan di atas panggung.

Mengingat acara direncanakan mulai pukul 09.00 pagi hingga sore hari, maka panitia menyiapkan karpet untuk digunakan shalat Zhuhur berjamaah. Letak karpet itu berada di ruangan yang sama dan tak jauh dari panggung.

Sebelum acara dimulai, seperti halnya di tanah air, alunan shalawat dari kaset diputar dan diperdengarkan melalui pengeras suara. Alunan shalawat pun terdengar hingga ke luar gereja sejak pagi hinga menjelang acara dimulai.

Bisa dibayangkan, dari gereja di pusat kota terdengar alunan shalawat yang sontak menarik perhatian masyarakat Den Haag. Terlebih lagi, sebelumnya, tidak pernah terdengar suara aktifitas peribadatan hingga ke luar gereja.

Satu persatu tampak jamaah mendatangi gereja. Ada yang naik mobil maupun trem. Jamaah tak hanya berasal dari Den Haag, tapi juga dari Amsterdam, Leiden, dan Rotterdam. Dan tak hanya orang Indonesia, tetapi juga ada muslim Suriname, Maroko, Turki, dan muslim dari negara-negara Asia lainnya.

Melihat ini, masyarakat Den Haag pun makin terheran-heran, ada banyak orang-orang memakai jilbab dan peci datang ke gereja.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here