Keteguhan Iman Nabi Yusuf yang Digambarkan dalam Al-Quran

116

Jakarta, Muslim Obsession – Nabi Yusuf alaihis-salam (AS) termasuk nabi yang kisahnya paling lengkap diceritakan dalam Al-Quran. Banyak hikmah dam pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf untuk diteladani.

Kisah Nabi Yusuf diabadikan dalam Al-Quran surat ke-12, yaitu surat Yusuf dikisahkan kehidupan suka dan duka Nabi Yusuf. Salah satunya dipaparkan bahwa saudara-saudara Nabi Yusuf merasa iri dengan ketampanan dan kecerdasan Nabi Yusuf sehingga mereka mendorong Nabi yang mulia itu jatuh masuk ke dalam sumur.

“Ketika Nabi Yusuf berada dalam sumur datanglah sekelompok musafir. Dalam QS. Yusuf ayat 19 dijelaskan bahwa ada musafir datang kemudian salah seorang dari musafir itu menimba air kemudian dia menurunkan timbanya, ternyata ada anak kecil di sana,” tutur Aulia Abdan Idza Shalla anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang dikutip dari Laman Muhammadiyah, Jumat (5/3/2021).

Gerombolan musafir tersebut kemudian membawa Yusuf ke Mesir dan menjualnya sebagai budak. Nabi Yusuf dibeli salah seorang al-Aziz, bangsawan Mesir. Setelah Nabi Yusuf tumbuh dan berkembang, aura ketampanannya semakin memancar. Suatu ketika, istri majikan Yusuf yang bernama Zulaikha menggodanya.

“Karena Nabi Yusuf memiliki kemurnian akidahnya, keteguhan agamanya, bayangkan sudah di kamar, berdua sudah ditutup. Di sinilah pembuktian keimanan Nabi Yusuf dan mampu mengendalikan diri seraya mengucapkan ‘Aku berlindung kepada Allah’,” ujar Aulia.

Nabi Yusuf yang menolak akhirnya memilih pergi, namun Zulaikha menarik bajunya dari belakang hingga robek. Zulaikha mengadu kepada suaminya dan menyebut bahwa Yusuf telah menggodanya. Berkat adanya seorang saksi dan tak ada bukti, Yusuf tak jadi dihukum. Akan tetapi peristiwa ini berujung viral di seantero Mesir saat itu.

Akhirnya, keadaan itu membuat Zulaikha merasa geram dan berniat menjelaskan kepada semua orang tentang alasan mengapa dirinya jatuh cinta kepada Nabi Yusuf as. Zulaikha berpikir keras bagaimana cara agar alasannya bisa dimaklumi orang-orang yang telah menyudutkannya.

“Kemudian karena mendengar berita dan desas-desus tersebut, istri dari al-Aziz itu mengundang para perempuan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, yang salah adalah Nabi Yusuf, kenapa dia terlalu tampan,” ujar Abdan.

Suatu hari, Zulaikha mengundang banyak perempuan ke rumahnya untuk jamuan makan. Sontak saja tamu-tamu perempuan itu terperangah saat Nabi Yusuf berjalan di depan mereka. Para tamu yang melihat ketampanan Yusuf itu membuat hati dan pikiran dibuat kagum dan terlena karenanya. Hingga akhirnya sekumpulan perempuan itu secara tak sadar mengiris-ngiris jarinya.

Namun pada akhirnya Zulaikha mampu menepis pendapat orang-orang di sekitarnya. Zulaikha mampu membuktikan siapa saja perempuan yang memandang Nabi Yusuf AS pasti akan jatuh cinta juga pada lelaki itu. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here