Ketakutan Jadi Alasan Partai Komunis Cina Batasi Pergerakan Islam?

627

Sejarah mencatat pada tahun 1975, selama Revolusi Kebudayaan Mao, Tentara Pembebasan Rakyat Cina mengepung Shadian, sebuah kota berpenduduk mayoritas Muslim Hui di Provinsi Yunnan di mana penduduk telah memprotes penutupan masjid.

Bentrokan pun terjadi, memicu intervensi militer besar-besaran yang menghancurkan kota itu dan menewaskan lebih dari 1.600 orang.

Situasinya kini hampir mirip meski tidak dalam skala besar seperti kasus Yunnan. Pada Agustus 2018 di Weizhou, sebuah desa di Ningxia, ada protes muncul ketika pihak berwenang mengirim pekerja pembongkaran ke masjid yang baru dibangun.

Setelah pertikaian yang tegang yang berlangsung beberapa hari, pemerintah daerah berjanji untuk menunda penghancuran dan meninjau kembali rencana tersebut.

Hampir setahun kemudian, petugas polisi masih memblokir jalan-jalan ke desa, mencegah orang asing masuk, termasuk diplomat dan jurnalis.

Cina mengklaim mereka mengizinkan kebebasan beragama, tetapi menekankan bahwa negara harus selalu didahulukan. Pemerintah Ningxia, ditanya tentang pembatasan baru-baru ini pada Islam, mengatakan bahwa Cina memiliki aturan tentang praktik keagamaan seperti negara lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here