Kesepakatan Madinah untuk Perubahan Umat Islam di Indonesia

1742
Madinah 1
Ketua Umum Parmusi, H. Usamah Hisyam, memberikan pengarahan kepada para Dai Parmusi usai Shalat Ashar di Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (7/3/2018).

Madinah, Muslim Obsession – Sebanyak 78 Dai dan Daiyah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menyepakati manhaj dakwah yang dikemas dalam instrumen dakwah membangun Desa Madani di seluruh penjuru tanah air.

Harapannya, melalui instrumen dakwah tersebut Parmusi dapat melakukan perubahan peradaban umat Islam Indonesia, terutama di daerah tertinggal, pedalaman, perbatasan, dan pulau-pulau terluar. Utamanya, perubahan dari ketertinggalan menuju kemajuan masyarakat madani yang beriman dan bertakwa serta memiliki kemandirian ekonomi untuk mendapatkan ridha Allah Swt.

Kesepakatan yang dibuat 78 Dai dan Daiyah Parmusi itu disebut “Kesepakatan Madinah, Manhaj Dakwah Membangun Desa Madani di Pelosok Tanah Air”.

“Saya paham, untuk melakukan perubahan peradaban umat Islam Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteran bukan persoalan mudah. Justru di sanalah tantangan dakwah kita. Karena saya tahu, kalian para Dai Pembina, Dai Pengelola, Dai Pelaksana adalah para dai yang memiliki nasab Masyumi, lahir dari keturunan keluarga besar Masyumi. Saya yakin, insya Allah di dalam diri saudara-saudara sudah tertanam ruh jihad fisabilillah. Saatnya, berjihadlah kalian di jalan Allah dengan jihad yang sesungguhnya, melakukan perubahan peradaban umat seperti yang dicontohkan Rasulullah ketika hijrah dari Makkah ke Madinah,” ujar Usamah saat memberikan pengarahan kepada Dai Pembina, Dai Pengelola, dan Dai Pelaksana Parmusi usai Shalat Ashar di Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (7/3/2018).

Dalam arahannya, Usamah juga mengingatkan angka kemiskinan yang mendera 34 juta jiwa rakyat Indonesia, sebagian besar berasal dari umat Islam.

“Saya sudah keliling ke seluruh pelosok dan pedalaman Indonesia. Kasihan rakyat, tidak memperoleh keadilan ekonomi. Inilah tantangan sekaligus problematika dakwah kita di tanah air. Bukan sekadar masalah iman dan takwa (imtak), tetapi juga persoalan kemiskinan, persoalan ekonomi umat. Jadi manhaj Dakwah Ilallah Desa Madani Parmusi ini menjadi metode sekaligus instrumen dakwah untuk menjawab problematika tersebut. Kita perkuat dakwah ekonomi umat, karena kemiskinan bisa berubah menjadi kekufuran,” tandas Usamah.

Oleh sebab itu, Usamah meminta agar seluruh Pimpinan Wilayah Parmusi sebagai Dai Pengelola menyiapkan 10 dai terbaiknya di setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk mengikuti Jambore Nasional Dai Parmusi pada bulan Juli 2018 di Jakarta.

Jambore tersebut rencananya dihadiri oleh para Dai Parmusi dari 500 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jambore Nasional Dai Parmusi dimaksudkan untuk mencanangkan Gerakan Perubahan Umat sekaligus memberikan bekal jihad fisabilillah kepada sekitar 5000 dai yang akan hadir.

Sebelumnya dua Dai Pembina Parmusi, yakni KH. Farid Ahmad Okbah dan KH. Syuhada Bahri menyampaikan nilai-nilai dakwah dalam perjuangan Parmusi untuk memenangkan Islam dengan meninggikan Kalimatullah di tanah air.

Menurut KH. Farid Ahmad Okbah, perubahan kondisi umat Islam di Indonesia tidak mungkin dilakukan tanpa gerakan perubahan peradaban umat yang sistemik. “Parmusi dengan para dainya punya kesempatan untuk melakukan gerakan perubahan tersebut,” tandas KH. Farid Ahmad Okbah.

Sementara KH. Syuhada Bahri menegaskan, dakwah tidak boleh hanya dijadikan sebuah kewajiban. “Tetapi para dai Parmusi harus menjadikan dakwah sebagai suatu gerakan,” ujar KH. Syuhada Bahri yang merupakan Ketua Lembaga Dakwah (LDP) Parmusi itu.

Para Dai dan Daiyah Parmusi menunaikan ibadah umrah selama 5-14 Maret 2018. Rombongan dipimpin langsung Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam dan Sekjen Ir. Abdurrahman Syagaff, serta Ketua Umum Muslimah Parmusi Ir. Nurhayati Payapo.

Rombongan terdiri atas Dai Pembina Pusat KH. Syuhada Bahri, Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Buchori Muslim, Ustadz Bernard Abdul Jabbar, dan Ustadz Taufik Hidayat; Dai Pengelola yang terdiri dari para pimpinan wilayah Parmusi, dan perwakilan Dai Pelaksana tingkat kecamatan. Tampak pula dalam rombongan Ketua Dewan Syariah Front Pembela Islam (FPI) KH. Misbachul Anam. (Hilmi, Laporan langsung dari Madinah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here