Kerjakan Amalan dengan Rutin Walau Sedikit

63
Pedagang keliling di Sidoarjo, Mak Jum, saat membaca Al-Quran. Foto ini sangat menginspirasi. (Foto: Istimewa)

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Ketika pergi ke Pasar Kaget Rawajati, saya perhatikan seorang pengamen yang tidak melihat (tunanetra) bisa hapal semua lagu dangdut yang dibawakannya. Kaset diputar terus tidak berhenti dan pengamen itu hapal semua liriknya.

Tiba-tiba seorang pedagang sayur yang ternyata juga memperhatikan, bertanya tentang lagu-lagu yang dibawakan pengamen tersebut. Terjadilah dialog antara pengamen dan pedagang sayur:

“Bang, Lu hapal semua lagu-lagu, ya? Gimana lu ngapalinnye?” kata si pedagang dengan logat Betawi yang kental.

“Gue ngapalinnye setiap lagu 2 atau 3 hari, Bang. Kalau udah hapal, Gue langsung nyanyiin dah. Ntar juga lama-lama hapal,” jawab si pengamen, singkat.

Dialog itu sungguh sempurna. Walaupun tidak terkait, tapi menginspirasi saya. Ada yang saya tangkap untuk amalan kita, yaitu Al-Quran sebagai pedoman kita. Disamping sebagai dzikir, membaca Al-Quran juga merupakan ibadah, syukur-syukur buat dihapal per ayat. Cara seperti inilah yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ:

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit.” Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya,” (HR. Imam Muslim).

Alangkah baiknya kita membaca Al-Quran walaupun itu sedikit tapi rutin. Setiap hari kita membacanya, syukur-syukur satu ayat untuk dihapalkan.

Semoga jadi pelajaran buat kita. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here