Kerja Sama dengan BRI Syariah, PBNU Luncurkan Kartu Santri

151

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Karti Santri hasil kerja sama dengan PT Bank BRI Syariah Tbk dan PT Pundi Amanah Internasional. Pihak PBNU mengapresiasi terwujudnya program tersebut.

“Alhamdulillah hari ini sudah terwujud kita bertemu dalam rangka kerja sama yang akan menggali potensi ekosistem platform digital di pesantren. Kami dari PBNU mengapresiasi langkah ini dan mengucapkan terima kasih,” kata Ketua PBNU Bidang Ekonomi H Eman Suryaman dalam penandatanganan kerja sama, di Kantor Pusat PT Bank BRI Syariah Tbk, Jakarta, Rabu (14/10).

Ia mengaku sangat bangga atas kepedulian terhadap pesantren. Sebab, pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, lanjutnya, pesantren mesti diberikan berbagai kemudahan untuk melakukan transaksi keuangan.

“Pesantren memang harus diberikan kemudahan-kemudahan di dalam bertransaksi, khususnya pada saat ini di masa pandemi yang memaksa kita harus melakukan protokol kesehatan dengan berjarak tanpa bertemu dan bersentuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, Kartu Santri yang berbasis aplikasi digital itu merupakan bagian dari komitmen sekaligus implementasi agar pesantren tetap dapat melakukan transaksi di pesantren di tengah pandemi. “Ini sangat membantu. Inilah komitmen yang senantiasa berusaha dalam rangka menyejahterakan umat,” ungkapnya.

Dukungan pengembangan ekonomi lewat Kartu Santri

Sementara itu, Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar mengungkapkan, Kartu Santri merupakan implementasi pengembangan keuangan dan ekonomi syariah digital di pondok pesantren. Hal ini, katanya, harus terus ditingkatkan lantaran pesantren punya peran penting dalam ekonomi syariah.

“Di pondok pesantren kita melihat pengembangan keilmuan dan sosial ekonomi syariah kepada masyarakat. Mewujudkan praktik nyata teori ekonomi syariah serta sebagai produsen dan konsumen dalam ekosistem ekonomi syariah,” ungkap Alun.

“Oleh karenanya (pesantren) harus difasilitasi dengan cara transaksi digital yang mudah, cashless, dan praktis,” tambahnya.

Untuk diketahui, Kartu Santri merupakan kartu dengan kode batang (barcode) yang digunakan santri untuk berbelanja di koperasi atau kios yang telah ditunjuk. Hal ini bertujuan agar transaksi yang dilakukan menjadi aman, cepat, cashless, terkontrol, dan termonitor. Dengan Kartu Santri ini, orang tua atau wali santri di pesantren dapat mengirim uang saku pada anaknya melalui akun virtual BRI Syariah.

Lebih lanjut, Alun memaparkan bahwa potensi pondok pesantren sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Ia berharap, pesantren dapat menjadi garda depan pengembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

“Selain itu dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Itulah mengapa BRI Syariah mendukung penuh penyediaan layanan transaksi digital yang mudah diakses di lingkungan pesantren,” paparnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here