Keren, Liga Primer Inggris Bakal Semakin Nyaman untuk Pesepakbola Muslim

113
Etihad Stadium, stadion milik Manchester City.

Muslim Obsession – Tampaknya para pesepakbola Muslim akan semakin nyaman bermain di Liga Primer Inggris. Pasalnya, kini ada piagam atlet Muslim yang mengimbau setiap klub sepakbola di Negeri Ratu Elizabeth itu untuk meningkatkan cara mereka menghormati agama pesepakbola Muslim.

Imbauan itu dikemukakan organisasi nonprofit yang berada di London, Nujum Sports. Caranya, seluruh organisasi maupun klub yang memiliki atlet maupun pesepakbola muslim menyediakan makanan halal, membuat tempat ibadah serta tidak mengajak para pemain muslim untuk meminum sampanye ketika merayakan gelar juara.

Sejauh ini piagam atlet muslim sudah didukung lima klub Liga Primer Inggris, salah satunya Watford.

“Ketika pemain memasuki pramusim serta mereka memiliki makanan halal dan mushala, saya yakin hal-hal ini akan membuat pemain tampil lebih baik,” kata pendiri Nujum Sports, Ebadur Rahman, mengutip Middle East Eye, Sabtu (31/7/2021).

BACA JUGA: Viral! Paul Pogba Singkirkan Minuman Alkohol Usai Ronaldo Singkirkan Coca-Cola 

Seperti diketahui, Inggris menjadi destinasi favorit para pesepakbola dunia, termasuk para pesepakbola beragama Islam. Tercatat sejumlah bintang sepakbola beragama Islam bermain di sejumlah klub terkemuka.

Di antaranya adalah Paul Pogba yang bermain untuk Manchester United, Sadio Mane, Mohammed Salah, dan Xherdan Shaqiri (Liverpool), N’Golo Kante dan Hakim Ziyech (Chelsea), Granit Xhaka (Arsenal), Ilkay Gundogan dan Riyad Mahrez (Manchester City), serta puluhan pemain Muslim lainnya yang tersebar di banyak klub.

Ada Mushalla dan Masjid di Klub Liga Inggris

Selama ini, sejumlah klub Liga Primer Inggris telah menyediakan mushalla sebagai tempat ibadah bagi pemain Muslim. Klub-klub yang menyediakan fasilitas musholla antara lain Manchester City, Newcastle United, Blackburn Rovers, dan Bolton Wanderers.

Di Etihad Stadium, stadion milik Manchester City, pembangunan musholla dipelopori Sheikh Mansour Zayed Al-Nahyan. Ia juga membangun masjid di areal stadion untuk digunakan The Citizens dan supporter lainnya. Ketika ia membeli Manchester City, Sheikh Mansour mengubah status Manchester City dari klub biasa menjadi penghuni top Premiere League.

BACA JUGA: Toleransi Beragama dalam Stadion Liga Inggris

Lain halnya dengan St James ‘Park, Newcastle United. Meski bertajuk “St.” yang selalu identik dengan seorang suci, nyatanya manajemen stadion mengerti bahwa agama sangat berpengaruh besar terhadap mentalitas para pemain. Tak terkecuali para pemain muslim, stadion ini kemudian difasilitasi dengan masjid.

Sementara itu, Stadion Ewood Park milik Blackburn Rovers yang berkapasitas 31.000 penonton ini mendirikan masjid di area stadionnya guna mempermudah supporter yang beragama Islam, baik berasal dari kota Blackburn, maupun wisatawan dari luar kota yang beragama Islam. Tak hanya masjid, Blackburn Rovers juga membangun gereja di areal stadionnya.

Masjid di area stadion juga dimiliki Bolton Wanderers. Macron Stadium, stadion yang mampu menampung hampir 29.000 supporter ini memiliki masjid karena banyak warga muslim Inggris yang tinggal di Kota Bolton, Inggris. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here