Keren! Dua Mahasiswa UNS Raih Juara di Thailand

975
Keren! Dua Mahasiswa UNS Raih Juara di Thailand

Solo, Muslim Obsession – Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyabet gelar juara Kompetisi Inovasi Internasional Thailand Inventors Day 2018. Mereka adalah Intan Mulia Rahayu dari program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Kevin Ikhwan Muhammad (Teknik Kimia).

Kompetisi Inovasi Internasional Thailand Inventors Day 2018 tersebut digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Thailand, 2-6 Februari 2018 lalu.

Melengkapi kesuksesannya, keduanya juga meraih Special Award dari World Invention Intellectual Properti Association (WIIPA). Intan dan Kevin menampilkan karya alat inovasi teknologi yang diberi nama SCRAPER atau Smart Chlorinated Rice Portable Detector berbasis microcontroller ATmega8535 dan Light Dependent Resistor (LDR).

Inovasi SCRAPER muncul menjawab persoalan pasar tentang maraknya oknum penjual beras curang, yang sengaja menambahkan pemutih/klorin pada beras bergrade rendah. Dengan kecurangan ini beras terlihat putih bersih seperti kualitas super.

Sementara, konsumen para ibu rumah tangga tidak bisa membedakan beras yang mengandung pemutih dan tidak.

Padahal, klorin menurut Intan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

“Klorin dapat merusak sel-sel darah, mengganggu fungsi hati/ liver, dapat merusak sistem pernapasan,” katanya, dikutip krjogja Rabu (14/2/2018).

Bila penggunaan klorin mencapai 3-5 ppm dalam beras atau bahkan mencapai dosis lebih dari 30 ppm bisa menyebabkan kematian.

“Kami berharap alat inovasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sebagai upaya pencegahan konsumsi beras berpemutih. Semoga SCRAPER dapat membantu pemerintah dalam inspeksi penjual beras di pasar,” ujar Intan, sebagai ketua tim.

Kompetisi diselenggarakan National Research Council of Thailand (NRCT) bersama  International Federation of Inventor’s Associations (IFIA) dan World Invention Intellectual Properti Association (WIIPA). Ajang Thailand Inventors Day diselenggarakan setiap tahun untuk menampilkan potensi hasil penemuan dan inovasi dari inovator-inovator internasional.

Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX 2018) diikuti 24 negara selain Indonesia. Yakni Kanada, China, Mesir, Hongkong, India, Iran, Jepang, Lebanon, Makau, Malaysia, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Sri Langka, Taiwan, Uni Emirat Arab, Inggris, Vietnam dan Thailand.

“Alhamdulillah, senang dapat pengalaman yang luar biasa,” ungkap Intan.

“Awalnya tidak menyangka akan mendapat medali emas dan Special Award sekaligus. Semua itu berkat Allah yang senantiasa memudahkan segala sesuatu,” tandasnya. (Vina)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here