Keraton Surosowan Banten, Riwayatmu Kini…

450
Keraton Surosowan.
Keraton Surosowan.

Serang, Muslim Obsession – Masa-masa kejayaan Banten terjadi pada abad ke-17. Bangunan Keraton Surosowan menjadi salah satu bukti saat Banten berjaya. Juga Pelabuhan Karangantu yang ramai dengan aktivitas perdagangan kala itu.

Surosowan menjadi pusat dari kerajaan Banten dan tempat tinggal sultan bersama keluarga beserta pengikutnya. Menurut Babad Banten, keraton ini dibangun oleh raja Banten pertama yakni Maulana Hasanuddin (1526-1570).

Kini, Keraton Surosowan yang terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, kawasan Banten Lama, memiliki luas 4 hektar itu tinggal reruntuhan puing-puing sisa bangunan yang megah.

Menurut sejarah, Keraton Surosowan dibangun antara tahun 1526-1570 saat Pemerintahan Sultan Banten yang pertama yaitu Sultan Maulana Hasanudin.

Pada tahun 1813, lewat komando Gubernur Jendral Belanda Herman Daendels menyerang Kerajaan Banten dan membumi hanguskan Keraton Surosowan

Ketika Belanda menyerang kembali, Keraton menjadi sasaran utama dengan penghancuran kota dan membuat Sultan dan penghuninya meninggalkan keraton. Kejadian ini terjadi pada tahun 1813 oleh Gubernur Jendral Belanda yang dipimpin Herman Daendels.

Sebelumnya, pada tahun 1672-1687 Keraton Surosowan mengalami renovasi saat pemerintahan masih dipimpin Sultan Haji.

Sebab pada tahun 1680, Belanda juga sudah berhasil menghancurkan Keraton Surosowan pada masa itu.

Untuk membuat benteng pertahanan dari serangan Belanda, Keraton Surosowan dipugar dengan menambahkan dinding di bagian sisinya.

Dari berbagai sumber, benteng setinggi 2 meter dengan lebar 5 meter ini dibangun untuk meminimalisir serangan Belanda. Bahan utama bangunan Keraton Surosowan menggunakan bata dan karang (kawis).

Adalah Hendrik Laurenzns Cardeel si ahli bangunan berkewarganegaraan Belanda yang membuat benteng itu. Cardeel kemudian masuk Islam dan oleh Sultan namanya diganti menjadi Pangeran Wiraguna. (Way)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here