Kepolisian Ontario Buka Loker bagi Korban RUU Anti Simbol Agama

202
Kepolisian Ontario

Ontario, Muslim Obsession – Walikota Brampton, Ontario, akan meluncurkan kampanye rekrutmen yang menargetkan warga Quebec yang terkena dampak undang-undang agama baru di provinsi itu.

“Kita perlu mengirim pesan yang kuat kepada para pendukung hukum sekularisme di Quebec,” tegas Patrick Brown, walikota Brampton dan mantan pemimpin Partai Konservatif Progresif Ontario, dikutip dari CBC News, Senin (24/6/2019).

Undang-undang ini lantas dianggap penghinaan terhadap kebebasan beragama dan pelanggaran Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Pekan lalu, RUU Quebec 21 yang melarang guru sekolah umum, pengacara pemerintah, hakim, dan petugas polisi mengenakan jilbab dan simbol keagamaan, diloloskan setelah musyawarah di Majelis Nasional Quebec.

Baca Juga:

Quebec Larang Pegawai Kenakan Simbol Agama Saat Kerja

RUU ini diperkenalkan oleh pemerintah Koalisi Avenir Québec. Polisi Regional Peel, yang meliputi wilayah termasuk kota Mississauga dan Brampton, akan melakukan kampanye di Quebec setelah mosi disetujui oleh dewan layanan kepolisian wilayah.

Pasukan polisi percaya pada nilai-nilai keanekaragaman dan inklusi, termasuk akomodasi simbol-simbol agama. Selanjutnya dikatakan bahwa dewan polisi mengundang semua orang yang terkena dampak baik mengejar atau pelatihan untuk berkarir di kepolisian di Quebec untuk melamar di Kepolisian Daerah Peel.

Mosi menyerukan pasukan polisi untuk menempatkan iklan besar di Quebec. Pusat Budaya Islam Quebec pun menyampaikan terima kasih kepada kepolisian Peel untuk tindakannya tersebut.

“Terima kasih kepada Peel Regional Police untuk menerapkan nilai-nilai Piagam Hak dan Kebebasan Kanada,” kata organisasi itu di Facebook.

Survei Rumah Tangga Nasional Kanada tahun 2011 memperkirakan Muslim di Kanada sekitar 1.053.945, atau sekitar 3,2% dari populasi, menjadikan Islam agama terbesar kedua di negara ini setelah agama Kristen.

RUU baru sudah mempengaruhi komunitas Muslim secara negatif setelah laporan organisasi wanita Muslim Montreal pada bulan Mei mengatakan ada peningkatan tajam dalam insiden Islamofobia setelah RUU itu diajukan.

Beberapa wanita Muslim mengatakan kepada CBC Montreal tentang aksi diludahi, dilecehkan atau ditolak layanan publik dalam beberapa minggu terakhir. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here