Kepada Din Syamsudin, Sukmawati Siap Belajar Agama Islam

462
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin (Foto: Dinsyamsuddin.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Sukmawati Soekarnoputri telah menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sukmawati menyatakan bersedia mempelajari Islam lebih dalam seperti orang tuanya.

“Beliau sampaikan ke saya, Bu Sukma dan putra-putri Bung Karno adalah cucu tokoh Muhammadiyah. Bapaknya Ibu Fatmawati, Ustadz Hasan Din, adalah tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Bahkan Bung Karno pernah menjadi ketua pengajaran Muhammadiyah,” kata Din kepada wartawan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

Dengan latar belakang itu, mestinya Sukmawati sadar untuk lebih giat lagi mempelajari Agama Islam. Hal itu dimaksudkan agar ke depan tidak ada kesalahpahaman atau kekeliruan dalam berkarya. Sukmawati pun menyatakan bersedia menimba ilmu agama.

“Latar belakang seperti itu saya sampaikan perlu lah lebih lanjut mempelajari Islam dan beliau bersedia. Berniat untuk belajar dan ini tugas dakwah kita sebagai ulama, kiai, mubaligh ada orang mau belajar agama seperti ini. Di rumah saya ada pengajian dan beliau (Sukmawati) bersedia,” ujar Din.

Soal kontroversi puisi ‘Ibu Indonesia’, Sukmawati telah meminta maaf. Dia menjelaskan tidak ada niat menghina umat Islam melalui puisi tersebut. Puisi itu disebutnya sebagai refleksi dari keprihatinan terhadap wawasan kebangsaan.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin, kepada umat Islam Indonesia,” ujar Sukmawati dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Menurutnya puisinya itu tidak ada maksud untuk melecehkan umat Islam. Puisi itu merupakan refleksi kebangsaan.

“Puisi ‘Ibu Indonesia’ adalah salah satu puisi yang saya tulis dalam buku kumpulan puisi yang diterbitkan pada 2006. Puisi ‘Ibu Indonesia’ adalah refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan untuk menarik perhatian anak bangsa agar tidak melupakan jati diri Indonesia asli,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here