Kenali Bahaya Gangguan Tiroid pada Ibu dan Anak

110

Jakarta, Muslim Obsession – Mungkin belum banyak yang tahu bahwa gangguan tiroid adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu dan anak, serta dapat menimbulkan masalah yang sangat berbahaya pada berbagai organ tubuh.

Tiroid sendiri adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di tengah leher bagian depan. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi untuk mengontrol hampir semua proses metabolisme di dalam tubuh. Karena peran hormon tiroid sangat penting bagi tubuh, gangguan kelenjar tiroid dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.

Gangguan tiroid dapat menyebabkan produksi hormon tiroid menjadi kurang atau justru berlebihan. Kondisi di mana kadar hormon tiroid di dalam tubuh terlalu sedikit disebut hipotiroidisme, sedangkan kondisi di mana kadar hormon tiroid terlalu tinggi disebut hipertiroidisme.

Perempuan lebih berisiko mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria. Gangguan tiroid pada wanita, baik hipertiroid maupun hipotiroid, dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi, masalah kesuburan, serta bahaya pada kandungan dan janin jika terjadi pada ibu hamil.

Kondisi hipertiroid akan menyebabkan peningkatan metabolisme dan kerja organ, termasuk jantung. Pada awalnya, gejala hipertiroid tidak terlalu signifikan, sehingga Anda mungkin tidak begitu memperhatikannya. Namun, seiring berjalannya waktu, hipertiroid dapat menimbulkan beragam keluhan, seperti:

Penurunan berat badan yang drastis
Detak jantung cepat atau tidak teratur
Sulit tidur. Sering merasa gugup atau cemas. Sering merasa kegerahan walaupun suhu udara tidak panas
Banyak berkeringat. Diare atau lebih sering buang air besar. Mata menonjol keluar, sering iritasi, dan terlihat merah.

Bahaya di Balik Gangguan Tiroid pada Anak

Walaupun lebih banyak dialami oleh orang dewasa, anak-anak dan bayi juga dapat mengalami gangguan tiroid, terutama hipotiroid. Kondisi hipotiroid sejak lahir disebut hipotiroid kongenital atau hipotiroid bawaan.

Kebanyakan kasus hipotiroid kongenital terjadi karena kelenjar tiroid tidak terbentuk dengan sempurna selama bayi dalam kandungan. Penyebab utamanya adalah kelainan genetik pada janin. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi akibat ibu hamil kekurangan yodium.

Gejala hipotiroid kongenital umumnya muncul beberapa minggu atau beberapa bulan setelah bayi lahir. Gejalanya adalah sebagai berikut:

Kulit kuning, sembelit napas cepat, lidah besar dan bengkak, bengkak di sekitar mata, perut besar dengan pusar mencuat, tidur lebih lama atau lebih sering, hipotiroid kongenital yang tidak diobati dapat menimbulkan masalah pada tumbuh kembang anak dan menyebabkan anak mengalami gangguan bicara, gangguan berjalan, hingga retardasi mental.

Gangguan tiroid pada ibu dan anak bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Padahal, jika gangguan tiroid diketahui sejak awal, komplikasi tersebut dapat dicegah, walaupun pengobatan harus dilakukan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, skrining atau pemeriksaan gangguan tiroid sangat penting untuk dilakukan. Skrining gangguan tiroid bisa dilakukan ketika bayi berusia 48–72 jam, atau setidaknya sebelum ia berusia 2 minggu. Jika ternyata bayi mengalami gangguan tiroid, dokter akan segera memberikan perawatan agar tumbuh kembang bayi tidak terganggu.

Sedangkan pada orang dewasa, skrining gangguan tiroid bisa dilakukan dengan self neck-checking atau pemeriksaan leher secara mandiri. Pemeriksaan tersebut dapat Anda lakukan sendiri di rumah untuk mengetahui ada tidaknya benjolan di leher, karena gejala ini biasanya tidak disadari sampai ukuran benjolan sudah cukup besar.

Selain itu, Anda juga perlu awas terhadap gejala-gejala hipotiroid dan hipertiroid yang mungkin terjadi. Jika Anda merasakan gejala hipotiroid atau hipertiroid, dengan ataupun tanpa benjolan yang di leher, sebaiknya segera periksakan periksakan ke dokter. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here