Kemenag Terima Distribusi Bantuan Bencana Alam 1M dari Baznas

45

Muslim Obsession – Kementerian Agama menerima distribusi bantuan bencana alam dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan senilai Rp1 miliar tersebut diserahkan Ketua Baznas Noor Achmad kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta.

Distribusi bantuan bencana alam dari Baznas kemudian diserahkan Menag kepada Tim Tanggap Bencana Kementerian Agama untuk disalurkan kepada penerima bantuan bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan ini dan kami akan tasarufkan kepada yang berhak menerima melalui Tim Tanggap Darurat Bencana Kemenag,” ujar Menag didampingi Sekjen Nizar usai menerima distribusi bantuan bencana alam dari Baznas, Rabu (10/2/2021).

Hadir dalam silaturahim dan penyerahan bantuan tersebut, sejumlah Komisioner Baznas dan pejabat Kementerian Agama, di antaranya: Dirjen Bimas Islam yang juga Komisiner Baznas, Kepala Biro Perecanaan Ali Rokhmad, Kepala Biro Umum Yayat Supriadi sekaligus Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Kemenag, Kabag TU Pimpinan Thobib Al Asyhar dan Stafsus Menag.

Baca Juga: Kemenag – BAZNAS Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Tata Kelola Zakat

Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian Baznas terhadap bencana alam yang menimpa keluarga besar Kementerian Agama di Provinsi Kalsel dan Sulawesi Barat.

“Selain menyerahkan distribusi bantuan bencana alam, kami juga menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Baznas sekaligus meminta arahan Bapak Menteri untuk Baznas ke depan,” ujarnya.

Baznas Butuh Lompatan Cepat

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melompat lebih tinggi dan cepat dalam mewujudkan capaian potensi zakat secara nasional.

“Terus terang saya belum melihat lompatan Baznas dalam ikhtiar untuk mendapatkan muzaki sebanyak-banyaknya demi mewujudkan potensi zakat secara nasional. Sebab dari Rp280 triliun potensi zakat secara nasional, baru tercapai sekitar 5 persen atau sekitar Rp11 triliun,” ujar Menag usai paparan Ketua Baznas Noor Achmad terkait isu strategis Baznas kedepan.

“Apalagi sekarang era disrupsi dunia digital tanpa batas. Baznas butuh lompatan untuk mendorong muzaki-muzaki lebih banyak. Begitu juga dengan menumbuhkan rasa cinta kepada masyarakat untuk berzakat yang membutuhkan dukungan bersama,” sambung Menag.

Menag menambahkan, salah satu tantangan Baznas ke depan adalah bagaimana menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk berzakat. Dari berbagai pertemuan dengan masyarakat, Menag mengaku sering mendapat pengakuan dan alasan dari masyarakat dilbalik belum berkenannya masyarakat secara umum untuk berzakat.

“Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana gerakan cinta zakat itu bisa tumbuh dari masyarakat. Salah satu alasan masyarakat belum mau berzakat tersebut karena masih ada anggapan pemerintah membutuhkan dana zakat untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya. Ini perlu penyelesaian holistik dan Baznas tidak bisa bekerja sendiri dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berzakat,” kata Menag.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here