Kemenag Resmi Miliki Rumah Sakit Haji

693
Kemenag Launching Jam Kesehatan (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Direktur Utama Rumah Sakit Haji, Syarief Hasan Lutfie mengatakan, Rumah Sakit Haji Jakarta yang berada di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur resmi menjadi milik Kementerian Agama (Kemenag) dan tinggal menunggu status hukum Badan Layanan Umum (BLU).

“Sehingga yang tadinya saham Kemenag sebesar 49 persen, pemprov DKI 51 persen, lalu dihibahkan kepada Kemenag sehingga sekarang sudah 100 persen. Tinggal bagaimana membuat suatu BLU kementerian,” ujarnya usai meluncurkan Jam Kesehatan Jamaah Haji Indonesia di RS Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Dalam proses kepemilikan, kata dia, Kemenag membutuhkan proses yang panjang. Menurutnya, pada 1994, RS ini memang didirikan di atas tanah Kemenag. Tapi, karena Kemenag tidak memiliki tenaga kesehatan sehingga berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Setelah berlangsung sekian lama, kepemilikan saham gabungan itu pun mendapatkan masalah. Dalam penyelesaian akhirnya, Pemprov DKI menghibahkan kepada Kemenag untuk dijadikan rumah sakit pendidikan atau rumah sakit pendidikan.

“Lalu pada Mei 2017 dengan Kemenkumham baru selesai urusan hibah dari saham Pemprov DKI kepada Kemenag,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan status RS Haji Jakarta ini sedang dalam pengkajian apakah nantinya akan dijadikan RS BLU atau RS pendidikan.

“Oleh karena itu kajian harus dilakukan menyeluruh dan mudah-mudahan tidak terlalu lama hasil dari kajian itu kita dapatkan dan segara mengukuhkan status RS haji in. Yang jelas sekarang RS haji ini di bawah Kemenag,” kata Lukman saat sambutan dalam acara Jam Kesehatan Jamaah Haji Indonesia.

Selain itu, RS Haji  saat ini memiliki unggulan layanan kesehatan haji yang spesifik berbeda dengan layanan kesehatan pada umumnya. Sebab,  dalam pelayanan kesehatan ibadah haji mempunyai assesment yang bersifat individual baik terhadap kesehatannya maupun terhadap kemampuan keagamaanya. “Pemahaman rukun fi”iiahnya dalam pelaksanaan ibadah haji tidak dapat digantikam orang lain, seperti wukuf di padang arafah,” katanya.

“Kekuatan RS Haji Jakarta kedepan akan ada penguatan bisnis terutama dengan produk RS Haji Jakarta. Jika RSHJ  selama ini mengandalkan pendapatan sendiri maka kelak akan bisa menyokong APBN sehingga layanan masyarakat dan jamaah haji bisa diakselerasi,” tambahnya. (Bal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here