Kemenag Luncurkan Buku Tata Kelola Umrah

134

Bogor, Muslim Obsession – Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementeria Agama menerbitkan buku “Umrah Indonesia: Ringkasan Sejarah dan Tata Kelola Umrah Indonesia”.

Plt Dirjen PHU Oman Fathurahman merilis buku terbitan Desember 2020 ini bersamaan dengan Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi yang berlangsung di Bogor, Selasa (29/12/2020) malam.

“Keberadaan Buku Umrah Indonesia ini sangat penting karena sangat berbeda dengan buku umrah yang ada di pasaran. Perbedaannya terutama dari sisi sudut pandang yang menjelaskan tata kelola umrah,” terang Oman di Bogor, mengutip Kemenag, Rabu (30/12/2020).

Oman menjelaskan, buku ini juga memuat penjelasan tentang dinamika umrah di masa pandemi. Penyelenggaraan umrah di masa pandemi merupakan kondisi baru yang belum pernah ada sebelumnya sehingga perlu ditulis secara khusus menjadi sebuah buku.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim menambahkan, Buku Umrah Indonesia  berusaha merekam dinamika penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

Berangkat dari umrah di masa Nabi, buku ini mencoba menghadirkan kembali spirit penyelenggaraan umrah, utamanya pada fase Hudaibiyah. Selama 19 hari Nabi bersama Sahabat dalam keadaan berihram, sembari bernegosiasi untuk umrah di Masjidil Haram.

Niat berumrah ini tertunda setahun seiring disepakatinya Perjanjian Hudaibiyah.

“Meski sekilas, aspek Fiqih umrah juga diulas untuk memberi pemahaman kepada pembaca tentang syarat sah, wajib, serta rukun umrah. Pemahaman akan spirit dan fiqih umrah menjadi pengantar untuk merekam perjalanan panjang tata kelola umrah di Indonesia,” ujarnya.

Setidaknya, kata Arfi, ada empat fase penyelenggaraan umrah di Indonesia yang dipaparkan dalam buku ini. Yaitu: 1) umrah untuk berhaji, belajar, atau bekerja; 2) umrah sebagai ibadah kaum elit; 3) umrah dari ibadah kaum elit hingga alit; dan 4)  umrah dan industri wisata religi.

“Saat ini, umrah tidak semata menjadi aktivitas ibadah, tetapi juga wisata. Tidak sedikit penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang menambahkan paket penyelenggaraannya tawaran untuk berkunjung ke sejumlah negara,” terangnya.

Ada juga penjelasan tentang  penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19. Selain dinamika kebijakan Arab Saudi, buku ini merekam mitigasi penyelenggaraan perjalanan pada masa pandemi yang dirumuskan Pemerintah agar masyarakat tetap dapat melaksanakan ibadah umrah secara aman dan nyaman serta penyelenggara juga dapat menggerakkan roda ekonominya.

“Buku ini kaya akan informasi penyelenggaraan umrah, tidak hanya pada aspek teori dan sejarah sebagaimana yang ada pada buku-buku tarikh dan fiqih, tapi juga pada realita dinamika penyelenggaraan, baik yang terkait dengan regulasi, kasus dan penanganannya, hingga inovasi pelayanan. Selamat membaca!” tandasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here