Kemenag dan LKKNU Sinergikan Program Keluarga Sakinah

636
Lukman dan Alissa
Menag Lukman Menerima kunjungan Sektretaris Umum LKKNU Alissa Wahid. (Foto: Danyl/Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan program Pendidikan Keluarga Sakinah, khususnya pranikah, menjadi prioritas Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). Pasalnya, program pendidikan ini harus secara masif dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

Program ini nantinya disinergikan dengan program Keluarga Sakinah di Direktorat Bina Kantor Urusan Agama dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam. Hal itu dikemukakan Menag saat menerima kunjungan pengurus LKKNU di Kantor Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

“Kita minta LKKNU untuk segera menyiapkan konsep dan modul terkait Keluarga Mashlahah untuk disingkronkan dengan program Keluarga Sakinah di Kementerian Agama. Ada dua yang mesti mendapat perhatian khusus dalam membangun keluarga sakinah yakni pembinaan lewat manajemen keuangan dan pembinaan komunikasi pasangan suami istri. Dua hal ini menjadi pondasi dalam membangun keluarga sakinah,” kata Menag, seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama.

Pada pertemuan itu, Sekretaris Umum LKKNU, Alissa Wahid memaparkan program strategis dan unggulan dari LKKNU, salah satunya Keluarga Maslahah. Menurut Alissa, program yang sedang dan sudah dijalankan LKKNU ini antara lain adalah konsep untuk menyebut keluarga yang bahagia, sejahtera, dan taat kepada ajaran agama di lingkungan NU.

Maslahah berasal dari akar kata sha-lu-ha yang secara harfiah berarti baik, manfaat, dan penting. Maslahah adalah kepentingan pribadi (perorangan), keluarga, dan masyarakat, karena maslahah adalah terpeliharanya kebutuhan primer manusia, baik agama, jiwa, harta benda, keturunan, serta akal atau kehormatan.

“Maslahah merupakan cita-cita setiap orang atau kelompok, khususnya kaum muslimin,” kata Alissa.

Pertemuan dengan pengurus LKKNU tersebut juga mengingatkan Menag saat turut melahirkan organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu.

“Saya pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) pada tahun 1985-1988,” ujar Menag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here