Kemenag Buka Pendaftaran Imam Masjid di Uni Emirat Arab

127

Jakarta, Muslim Obsession -Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka pendaftaran calon imam masjid yang ditempatkan di Uni Emirat Arab.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa dilakukan melalui situs bimasIslam.kemenag.go.id lewat menu “Seleksi Calon Imam Masjid” mulai tanggal 13-22 Agustus 2021, sementara proses seleksi dimulai pada 25-27 Agustus 2021.

“Kemenag kembali melaksanakan seleksi Imam Masjid untuk ditugaskan di Uni Emirat Arab. Pelaksanaannya secara virtual. Kita akan menjaring lebih banyak calon imam dari seluruh Indonesia,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Jumat (13/8/21).

Kamaruddin menjelaskan, pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

Ia juga mengatakan para imam masjid yang akan diberangkatkan ke Uni Emirat Arab akan menjadi duta Indonesia di negara tersebut.

“Program pengiriman imam asal Indonesia ini turut berkontribusi pada peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, termasuk meningkatkan citra Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri menyampaikan, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab tahun 2020 lalu, Putra Mahkota Syeikh Zayed secara khusus meminta 200 imam masjid asal Indonesia untuk ditugaskan di sana.

Menindaklanjuti permintaan itu, Kemenag dan otoritas Uni Emirat Arab pun melakukan seleksi.

“Seleksi yang dilakukan pada 2020 oleh Kemenag dan dilanjutkan pada 2021 oleh Otoritas Uni Emirat Arab berhasil memilih 28 imam,” ujar Syamsul.

“Namun kemudian, satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi mengundurkan diri. Sehingga ada 26 imam yang siap diberangkatkan ke Uni Emirat Arab,” ucapnya.

Sedangkan untuk tahun ini, ia mengatakan, proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara virtual pada bulan Agustus ini.

Syamsul mengatkan, seleksi ini ditargetkan menjaring sebanyak 74 imam sehingga pada 2021 terdapat 100 imam yang siap dikirim ke Uni Emirat Arab.

“Jadi seleksinya dua kali. Pertama oleh Kemenag yang melibatkan pakar Al-Qur’an. Kedua oleh Otoritas Uni Emirat Arab. Karena pandemi Covid-19, kita laksanakan secara virtual,” kata Syamsul.

Syamsul menambahkan, imam masjid asal Indonesia diminati lantaran berpaham ahlus sunnah wal jamaah. Hal ini menjadi nilai tambah selain kemampuan dalam membaca Al-Qur’an.

Menurut Syamsul karakter tersebut merupakan bagian penting dalam pencapaian tujuan umat Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam.

“Indonesia ini memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia. Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Umat Islamnya moderat, berperilaku mulia, pahamnya ahlus sunnah wal jamaah dan cara pikirnya wasathiyah (moderat),” kata Syamsul. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here