Kembali Menang, Erdogan Pimpin ‘Turki Baru’

940
erdogan-menang
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memenangi pemilu dengan raihan suara absolut, Senin (25/6/2018).

Istanbul, Muslim Obsession – Seperti yang diperkirakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali memenangi pemilu, Senin (25/6/2018). Erdogan meraih lebih dari setengah dari total suara yang sah.

Hebatnya, Erdogan meraih kemenangan di tengah tingginya partisipasi politik yang sangat tinggi. Jumlah pemilih disebutkan mencapai 87 persen.

Kemenangan Erdogan dikonfirmasi Kepala otoritas pemilu Turki, Sadi Guven. Ia mengatakan, Erdogan mengalahkan rival terkuatnya, Muharrem Ince dengan meraih “mayoritas absolut” atau lebih dari 50 persen suara sehingga tidak perlu digelar pemilu putaran kedua.

“Presiden Recep Tayyip Erdogan mendapat suara mayoritas absolut dari semua suara yang valid,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari YSK, seperti dilansir Anadolu, dari 99% suara yang telah dihitung, Erdogan meraih 53% suara. Adapun rival kuatnya, Muharrem Ince memperoleh memperoleh 31% dukungan.

Menanggapi kemenangannya, Erdogan yang kini berusia 64 tahun menyatakan bahwa Aliansi Rakyat, koalisi antara Partai Keadilan dan Pembangunannya yang berkuasa (AKP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP), telah memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan legislatif.

“Saya telah dipercaya oleh negara dengan tugas-tugas dan kewajiban kepresidenan,” ujar Erdogan dalam pidato kemenangannya di kediamannya di Istanbul seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/6/2018).

Erdogan juga menyebut partainya, AK, juga meraih mayoritas suara di parlemen dalam pemilu legislatif yang diselenggarakan bersamaan dengan pilpres pada Ahad (24/6/2018). Dari 96% suara yang sudah masuk, partai AK memimpin dengan 42% suara, sementara partai oposisi, CHP, 23% suara.

Berdasarkan konstitusi baru, presiden akan memagang kekuasaan cukup besar. Jabatan perdana menteri akan dibatalkan dan presiden akan memperoleh kekuatan baru, termasuk kemampuan untuk secara langsung menunjuk pejabat senior dan campur tangan dalam sistem hukum.

“Turki telah memberi pelajaran demokrasi kepada seluruh dunia,” tegas Erdogan.

Erdogan telah memerintah Turki selama lebih dari 15 tahun sebagai perdana menteri dan presiden. Sebelumnya, jabatan presiden di Turki tak lebih dari jabatan seremonial. Perubahan sistem presidential berlaku ketika pada April 2017, 51% pemilih Turki mendukung konstitusi baru yang memberikan presiden sejumlah wewenang kuat. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here