Keluarga Korban Lion Air: Besok-besok yang Diberi Penghargaan itu Penemu Jenazah, Bukan Black Box

416
Keluarga korban Lion Air JT610
Keluarga Korban Lion Air saat mendatangi Bandara Soekarno-Hatta. (Foto Tribunnews)

Jakarta, Muslim Obsession – Seorang keluarga penumpang menceritakan kalau mereka sangat lelah menunggu ketidakpastian identitas maupun pencarian penumpang yang tenggelam di laut.

Bahkan ada rekan dari keluarga lain yang terpaksa ke laut dengan biaya sendiri untuk mencari jenazah bapaknya.

“Hari-hari menunggu di depan ruang jenazah, seolah ketika nanti datang dari Tanjung Priok ada salah satu korban, keluarga kami ada yang memanggil-manggil. Bahkan ada rekan kami yang ke tengah laut sendiri dengan biaya sendiri mencari ayahnya,” kata salah seorang keluarga korban di acara penjelasan proses evakuasi Lion Air JT 610 di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Kepada pihak Basarnas, dia juga mengusulkan khususnya kepada panglima TNI, lain kali yang diberi penghargaan itu justru yang bisa menemukan jenazah, bukan penemu black box. Hati mereka tersayat, ketika tim penyelam mengambil black box, sementara di sana juga terlihat banyak bagian-bagian tubuh penumpang.

“Besok-besok kalau ada kejadian seperti ini yang diberi penghargaan bukan penemu black box pak tapi, siapa penyelam yang paling banyak mengambil jenazah. Itu yang diberi kenaikan pangkat pak, bukan rahasia umum pak penyelam-penyelam kemudian berlomba-lomba mencari black box, bahkan ketika menjadi berita penemu tersebut bilang, ‘Saya menemukan black box’. Keluarga kita tentu tersayat pak, apalagi pada waktu mencari black box melihat bongkahan-bongkahan mayat,” tegasnya.

Menanggapi beberapa keluhan keluarga penumpang Lion Air JT 610, Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan menyampaikan permintaan maafnya. Dia berjanji akan memperbaiki hal tersebut.

“Kami mohon maaf kalau ada kekurangan. Nanti kita akan membuat lebih baik lagi,” kata Menhub. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here