Keluar dari UNESCO, AS dan Israel Tinggalkan Utang Jutaan Dolar

597
UNESCO (Foto: Al Jazeera)

Jakarta, Muslim Obsession – Amerika Serikat (AS) dan Israel telah secara resmi keluar dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada tengah malam tepat di malam tahun baru.

Sebetulnya, rencana kedua negara tersebut keluar dari UNESCO bukanlah sebuah keputusan mendadak, melainkan sudah melewati proses lebih dari satu tahun lalu.

Penarikan ini sebagian besar bersifat prosedural, namun hal ini diakui UNESCO sebagai pukulan baru bagi UNESCO, yang didirikan bersama AS setelah Perang Dunia II untuk mendorong perdamaian.

Sebelumnya, administrasi Trump mengajukan pemberitahuan untuk mundur pada Oktober 2017. Kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengikuti langkah itu.

Dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (2/1/2019) alasan AS dan Israel keluar dari UNESCO, diketahui karena mereka menuduh badan PBB tersebut bias dan anti-Israel.

Organisasi yang bermarkas di Paris ini sebelumnya memang mengkritik pendudukan Israel atas Yerusalem Timur dan memberikan keanggotaan penuh ke Palestina pada 2011.

UNESCO sendiri terkenal atas programnya dalam melestarikan warisan dan mempertahankan daftar situs Warisan Dunia. Juga sebagai program untuk mempromosikan pendidikan di negara-negara berkembang.

Penarikan kedua negara itu tidak akan banyak mempengaruhi UNESCO secara finansial, justru AS dan Israel memiliki tunggakan iuran. Karena keduanya berhenti membayar iuran setelah Palestina dipilih sebagai negara anggota.

Sejak saat itu, para pejabat memperkirakan bahwa AS yang menyumbang sekitar 22 persen dari total anggaran, menghasilkan $ 600 juta karena iuran yang belum dibayar, yang merupakan salah satu alasan keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri.

Sedangkan Israel tercatat berutang sekitar $ 10 juta. Para pejabat mengatakan bahwa banyak alasan yang dikutip AS untuk penarikannya sudah tidak berlaku lagi.

Karena PBB mencatat bahwa semua teks tentang Timur Tengah yang disahkan di UNESCO telah disetujui bersama antara Israel dan negara-negara anggota Arab. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here