Keluar dari NOAH, Uki Sebut Musik Haram, Jadi Pintu Maksiat

128

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan personil group band NOAH, Uki menjadi pembicaraan banyak orang setelah menyebut pekerjaan yang dijalaninya dulu haram dan menjadi pintu segala maksiat.

Video Uki bicara mengenai hal tersebut diunggah Channel YouTube Belajar Sunnah. Berdurasi kurang lebih dua menit, eks gitaris NOAH itu awalnya bicara soal penyesalan di akhir hayat.

“Semua orang di akhir hayatnya pasti ingin dekat sama Allah, tapi yang jadi masalah adalah di akhir hayatnya saja. Ketika kita di akhir hayat kita sudah mau dekat sama Allah pasti kita banyak penyesalan, ‘aduh coba saja saya dulu hapalin Al-Quran, coba saja saya dulu sudah haji’ itu penyesalan akan datang di akhir,” ujarnya.

Uki lalu mengingatkan para remaja untuk mempertimbangkan ilmu yang dipelajari sejak muda. Hal itu dilakukan agar bisa bermanfaat di dunia dan akhirat.

“Nah selagi kalian masih muda banyak sekali amalan-amalan yang kita di usia tua sudah tidak bisa dilakukan, tapi ada fadilah buat kalian-kalian untuk bisa diamalkan yang insyaallah itu juga akan menjadi keuntungan kalian di yaumul akhir, jadi saran saya pertimbangkan ilmunya supaya bisa ilmu itu bermanfaat bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat,” tuturnya.

Lalu Uki eks NOAH mengatakan tak bangga dengan ilmu yang dipelajari di masa lalu. Sebab menurutnya, hal itu tak bisa meningkatkan derajatnya.

“Jadi semoga kalian menuntut ilmu bisa kalian manfaatkan di dunia dan di akhirat karena bagi saya, saya tidak bisa membanggakan ya Allah saya dulu ini menciptakan banyak fans, terus banyak lagu, di hadapan Allah pada akhirnya itu tidak akan bisa meningkatkan derajat saya,” katanya.

Lebih lanjut, Uki mengaku musik adalah sesuatu yang haram. Ia punya alasan tersendiri terkait perkataannya tersebut.

“Terus kalau saya bilang dengan uang ini saya bisa sedekah banyak, tapi kita melakukan yang haram, nggak bisa. Jadi untuk dari segi musiknya. Karena ketika musik itu kalian nggak lakukan otomatis kalian tuh menutup pintu khamar, pintu rokok juga, terus bercampur dengan wanita. Jadi dengan menutupnya pintu musik dan industri musik, kalian itu menutup banyak hal yang sifatnya mudarat,” ujarnya.

“Mungkin kalian nggak menyadari, oh mungkin hanya ngedengerin musik saja, kalau sejuta orang berpikir seperti itu, otomatis mansor akan masuk, orang penjual khamar juga akan masuk. Dan memang yang menjadi tampilan pertamanya di kafe, oke kita sering main di kafe di Medan yang ditampilkan di depan billboard itu musisinya bukan hayuk malam ini kita minum khamar bareng-bareng dengan para-para wanita yang bisa datang ke tempat itu gratis. Tapi musisi yang akan dikedepankan menjadi pintu pembuka maksiat itu sendiri,” lanjutnya.

Menurut Uki, musik adalah pintu maksiat. Ia pun mengingatkan buat para musisi untuk tak menjadi pembuka perbuatan buruk tersebut.

“Jadi saya mengingatkan diri saya sendiri, buat para musisi juga, jangan mau jadi pintu maksiat untuk orang lain memasuki maksiat itu sendiri. Tutup erat seeratnya. Jangan mau kita jadi pintu maksiat,” tuturnya.

Di akhir pembicaraan, Uki eks NOAH berharap ke generasi muda untuk lebih menjaga diri. Ia melihat kondisi saat ini begitu banyak fitnah dan permasalahan agama.

“Apalagi anak muda sekarang di mana kalian hidup di mana fitnahnya lebih dahsyat lagi. Kita lihat arah aplikasi ke mana, arah social media ke mana, kalian harus bisa menjaga diri lagi karena semakin tahun kayaknya kita akan menghadapi situasi yang sangat sulit buat agama kita,” katanya. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here