Kelompok Lintas Agama Nigeria Kecam Penculikan Anak Perempuan

441
Sayap Wanita Asosiasi Kristen Nigeria (WOWICAN) bersama umat Muslim, mengecam penculikan anak perempuan (Photo: Daily Post)

Nigeria, Muslim Obsession – Ketua Sayap Wanita Asosiasi Kristen Nigeria (WOWICAN) Hon. Leah Solomon, telah meminta semua ibu Muslim di seluruh negeri untuk berkumpul bersama, meluncurkan kampanye melawan penculikan ratusan anak perempuan oleh pemberontak.

Solomon mengatakan, mereka tidak akan berpangku tangan dan terus membisu atas tindakan pemberontak menculik ratusan anak perempuan (baik orang Kristen maupun Muslim) di sekolah menengah pertama. Lalu menjadikan mereka korban budak seks atau menggunakannya untuk keuntungan apa pun.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Konferensi Tahunan ke-19 Amerika Utara ke-2 dan Konferensi Tahunan WOWICAN di kamp konferensi pers wanita ECWA Jos DCC, Jos East LGA di Negara Bagian Plateau, sebagaimana dilansir Daily Post, Senin (19/3/2018) waktu setempat.

“Penculikan ini secara bertahap telah menjadi tren di negara ini dan perlu dihentikan. Pertama, ratusan gadis sekolah Chibok di Borno State diculik pada tahun 2014, dan sekarang lebih dari seratus gadis di sekolah Dapchi di Negara Bagian Yobe,” ungkapnya.

“Tidak masalah apakah anak perempuan itu adalah orang Kristen atau Muslim, yang terpenting adalah tindakan para pemberontak ini pergi ke sekolah untuk menculik anak perempuan. Apa pun alasannya, semua ini harus segera dihentikan,” imbuhnya.

Mereka juga menuntut pemerintah agar segera membebaskan semua anak perempuan yang telah diculik. Mereka membawa poster solidaritas bertuliskan, “We are Dapchi” atau “Kami bersama Dapchi” dan “Rescue our Daughter” atau “Selamatkan Putri-putri Kami.”

“Sebagai ibu, sangat menyakitkan saat mengetahui bahwa anak-anak perempuan kita yang kita kirim ke sekolah, lalu diculik oleh seorang teroris dan dibawa ke tempat yang entah di mana. Kemudian secara paksa digunakan sebagai budak seks atau untuk tujuan lain,” keluh mereka.

Itulah sebabnya WOWICAN di Amerika Utara dan FCT telah memutuskan untuk meluncurkan kampanye yang kuat melawan tindakan tersebut, dimulai dari konferensi tersebut.

“Dan kami memanggil semua ibu di negara ini untuk bergabung bersama kami dalam hal ini. Kami sama-sama memanggil ibu-ibu Muslim untuk berkolaborasi dengan kami. Guna memberi dorongan pada kampanye kami karena kasus ini diluar agama,” ujar Solomon.

Selain itu, menurut Solomon tidak ada satu agama pun yang mendukung aksi teroris ini. Juga tidak ada agama yang terlibat dalam serangan atau tindakan mereka. (Vina)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here