Keliling Dunia, Hijabers Ini Milih Traveling Solo

536
Malak Ouza (Foto: About Islam)

Dearborn, Muslim Obsession – Traveling menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi banyak orang. Dengan traveling, dapat melepaskan beban pikiran dan juga membuat suasana hati kembali lebih tenang.

Traveling juga tidak perlu bersama-sama dengan keluarga atau teman, namun traveling juga bisa dilakukan sendirian. seperti seorang wanita Muslim Amerika keturunan Lebanon dari Dearborn telah memutuskan untuk berkeliling dunia. Dengan solo traveling, dia sudah menjelajahi banyak tempat di dunia.

“Dalam melakukan perjalanan, kita akan banyak belajar tentang diri kita sendiri,” kata Malak Ouza, seperti dilansir Arab American News, Jumat (31/8/2018).

Dalam liburannya, Ouza mengatakan dia melakukan perjalanan internasional dua sampai empat kali setahun dan sekarang telah ke 18 negara pada usia 31 tahun. Saat berusia 21 dia sudah pergi ke Spanyol, Portugal dan Maroko dengan solo traveling.

Dia juga memberi tahu bahwa dia telah bepergian bersama keluarganya sejak dia masih sangat muda ke tujuan seperti Mesir dan Dubai, dan untuk mengunjungi negara asal orang tuanya di Lebanon. Ouza mengatakan bahwa dia mendapatkan banyak hal dengan bepergian sendiri dan pengalamannya telah terpenuhi.

Namun, ada beberapa momen yang menakutkan. “Saya bisa dengan jujur mengatakan itu bisa menakutkan di malam hari. Sama seperti apa pun dalam hidup, kenal lingkungan Anda, jangan pergi di malam hari jika itu tidak perlu. Miliki pola pikir yang positif, pikiran yang terbuka dan hanya percaya bahwa itu akan menjadi perjalanan yang baik dan itu akan terjadi,” tukasnya.

Sebagai seorang hijaber, Ouza mengatakan bahwa dia tidak pernah menghadapi diskriminasi atau pelecehan karena jilbabnya saat bepergian. Sebaliknya, dia mengatakan dia melihat jilbabnya sebagai sumber kekuatan dan perlindungan.

“Saya menghormati agama setiap orang dan keyakinan semua orang, tetapi bagi saya itu membuat saya merasa seperti Tuhan selalu melindungi saya. Saya merasa seperti cadar bukan penghalang. Itu bagian dari identitas saya dan siapa saya. Saya merasa sangat nyaman dan percaya diri dengannya,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here