Kelembutan Mbah Moen, Kekasaran Gus Baha, Kebingungan Saya

1292
Mbah Moen dan Gus Baha.

Oleh: Chavchay Syaifullah**

Pada pertengahan Ramadhan lalu (1441 H), ketika sekelompok kecil manusia sedang sibuk menanti detik-detik kiamat, saya bermimpi bertemu dengan almarhum KH Maimoen Zoebair alias Mbah Moen.

Dalam mimpi itu, Mbah Moen sedang berdiri seorang diri di beranda Masjid Kudus dan hendak menyeberang jalan. Ia memakai kain sarung, berkemeja batik kecoklatan, bersurban putih menggantung di leher, dan memegang tongkat.

Saya menghampirinya dan mencoba menuntunnya. Lalu kami berjalan berdua menelusuri Kudus yang dalam mimpi itu tampak sebagai kota asri, banyak pohon rimbun yang basah dan jalanan sepi. Suasana seperti habis hujan.

Sampai saat ini saya tidak pernah bermimpi punya rumah di Kudus, tapi dalam mimpi itu rumah saya berada di Kudus, dan saya mengajak Mbah Moen ke rumah saya. Di ruang tamu, Mbah Moen banyak bicara pada saya.

Komunikasi kami cukup interaktif. Ia menjelaskan banyak hal dengan ketajaman dan kedalaman ilmu. Namun sebangun saya dari tidur, tak satu pun kalimat Mbah Moen yang saya ingat, kecuali permintaannya agar saya selalu membaca surat al-Ikhlas setiap masuk ke dalam rumah.

Untuk permintaan ini, kalimat persisnya pun saya tidak ingat. Setelah lama berbicara di ruang tamu, Mbah Moen pamit dan saya antar sampai sungai di perbatasan kampung. Kami berpisah. Mbah Moen ke alamnya dan saya bangun dari tidur.

Tengah malam itu saya terjaga. Waktu sahur masih lama, maka saya pun mencari aktivitas. Saya membaca ulang puisi-puisi saya. Saya mencari-cari musik yang pas untuk menemani saya membaca puisi di ruang belakang sambil ngopi dan ngerokok seorang diri. Sesekali membuka medsos di HP yang sedang ramai mencibir bahwa kiamat batal.

Saya tahu Mbah Moen cuma dari pemberitaan, karena ia memang seorang ulama masyhur di Indonesia ini, tapi saya tidak kenal dekat. Belum pernah bertatap muka, belum pernah bersalaman, apalagi berguru langsung. Saya mulai mengetahui kedalaman ilmu Mbah Moen dalam percakapan di dalam mimpi saya itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here