Kelebihan Imam Ghazali Menurut Gus Mus

2889

Jakarta, Muslim Obsession – Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali atau yang masyhur dikenal sebagai Imam Al-Ghazali merupakan sosok rujukan untuk banyak bidang ilmu. Namun seperti para santri atau penuntut ilmu, Al-Ghazali pun sejak belia disibukkan dengan menuntut ilmu kepada sejumlah ulama.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), menceritakan, sebelum Al-Ghazali masyhur sebagai ulama sufi yang memiliki derajat tinggi, Al-Ghazali rajin mempelajari banyak ilmu.

Al-Ghazali mempelajari ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu adab, ilmu tafsir, ilmu hadits, dan seluruh ilmu pengetahuan lainnya. Bahkan menurutnya, Al-Ghazali telah membaca kitab-kitab tersebut secara berulang-ulang.

Gus Mus juga memberikan pesan dan motivasi kepada para santri, bahwa jika ingin menjadi ulama, harus mau belajar terus menerus.

“Kalau mau jadi ulama ya seperti sekarang ini saja, kamu (santri) belajar seperti biasa menggunakan pancaindra, mendengarkan nasihat guru, nasihat kiai yang sungguh sungguh.  Pasti jadi ulama,” kata Gus Mus saat Ngaji Pasanan Kitab Kimya as-Sa’adah karya Imam Al-Ghazali di Pondok Raudlatuth Thalibien, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Ia menambahkan, untuk mencapai maqom seperti Imam Ghazali memang sangat berat. Sebab, cara hidup sufi menirukan nabi yaitu terus-menerus membersihkan hatinya.

Diamnya sufi, masih menurut Gus Mus, selalu diisi dengan berdzikir kepada Allah dan menghadapkan keseluruhan hidupnya untuk Allah.

Imam Ghazali pun melakukan hal tersebut, yang akhirnya mengarang Kitab Ihya Ulumudin yang ditulisnya secara langsung. Kitab Ihya Ulumudin hingga saat ini masih terus dibaca oleh sufi-sufi dunia dan para kiai. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here