Kejayaan Islam di Sevilla

350
Sevilla (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Sevilla, salah satu kota di Spanyol yang terkenal dengan sepak bola-nya ini pernah menjadi ibu kota pemerintahan Islam. Pada zaman kuno, Sevilla bernama Hispalis. Setelah Spanyol (Andalusia) dikuasai umat Islam, Hispalis diubah menjadi Isybiliyah. Dan orang Eropa hingga kini menyebutnya Sevilla.

Kota yang berada di ketinggian tujuh meter di atas permukaan laut ini pernah dikuasai oleh Julius Caesar sehingga nama kota ini kala itu juga dikenal dengan sebutan “Colonia Julia Romula”. Setelah kekuasaan Romawi berakhir, kota ini diduduki oleh bangsa Vandal dan dijadikan ibu kota kerajaan mereka.

Umat Islam mulai memasuki kota yang terletak di bagian selatan Semenanjung Iberia (Spanyol) ini pada tahun 712 M lewat pasukan Dinasti Umawiyah di bawah pimpinan Musa bin Nushair. Di masa Gubernur Abdul Aziz bin Musa bin Nushair, kota bernama Hispalis ini diganti menjadi Isybiliyah dan dijadikan sebagai ibu kota pemerintahan Islam di Andalusia. Namun, beberapa tahun kemudian setelah berganti kekuasaan, ibu kota Andalusia dipindahkan ke Cordoba.

Bangsa Viking sempat menjarah kota ini pada tahun 844 selama 42 hari. Bangsa penjarah masuk melalui Sungai Guadalquivir. Peristiwa ini terjadi pada masa Khalifah Abdurrahman II. Pasukan Islam berhasil mengalahkan mereka setelah pertempuran yang terjadi selama 100 hari. Sebanyak 35 dari 45 kapal Viking berhasil ditenggelamkan. Sepuluh tahun kemudian mereka kembali datang, namun berhasil dipukul mundur.

Sevilla mencapai masa keemasannya pada masa Khalifah Abdurrahman III. Akan tetapi setelah pemerintahan Umawiyah runtuh, Sevilla memisahkan diri dari pemerintahan pusat di Cordoba. Ia dipimpin oleh hakim agung Muhammad bin Ismail bin Abbad sejak tahun 1023.

Pada tahun 1091, kota yang terletak di tepi Sungai Guadalquivir ini kembali berganti kekuasaan, dari Dinasti Abbadiyah ke Dinasti Al-Murabithun. Dinasti Al-Murabithun cukup lama berkuasa di Sevilla. Mereka mempertahankan kota ini dari serangan kaum Salib pimpinan Raja Alfonso dari Castilla. Penguasa dinasti ini yang terkenal adalah Yusuf bin Tasyfin. Dialah yang mendirikan Daulah Al-Murabithun di Andalusia, setelah menyeberang dari Marakesy di Afrika Utara.

Setelah Daulah Al-Murabithun berakhir, kota ini dikuasai oleh Dinasti Al-Muwahhidun pada tahun 1145. Namun, seabad kemudian, dinasti yang meninggalkan sejumlah bangunan bersejarah di kota ini, termasuk istana “La Buhaira” dan Menara “La Giralda”, akhirnya harus melepaskan kota ini ke tangan Raja Ferdinand III pada tahun 1248 M, setelah sebelumnya dikepung selama enam belas bulan. Runtuhnya Dinasti Al-Muwahhidun di Sevilla menandakan akhir pemerintahan Islam di kota itu sejak kedatangan Islam di masa Musa bin Nushair tahun 712 M. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here