Keistimewaan Seorang Ibu

338

Muslim Obsession – Seorang laki-laki pernah mendatangi Ibnu Abbas dan mengadu padanya. “Aku pernah melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah denganku,” ujarnya.

“Tapi kemudian, ia dilamar laki-laki lain dan ia pun suka dengan lelaki itu. Aku cemburu, lalu aku bunuh wanita itu, apakah aku masih bisa bertaubat?”

Ibnu Abbas bertanya, “Apakah engkau masih punya ibu?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak.”

Ibnu Abbas berkata, “Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah dan mendekatlah kepada-Nya dengan sekuat tenagamu.”

Lelaki itu kemudian pergi. Salah seorang murid Ibnu Abbas kemudian berkata, “Mengapa engkau bertanya tentang kehidupan ibunya, wahai Ibnu Abbas?”

Ibnu Abbas menjawab, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui perbuatan yang paling dengan keridhaan Allah selain daripada berbakti kepada ibu.” (HR. Bukhari)

Karena itu, Rasulullah Saw. mengaitkan dengan Allah ketika melarang durhaka kepada seorang ibu, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para ibu.” (HR. Muslim)

Pernah suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Laki-laki itu tidak lain adalah Uwais Al-Qarni.

Lantas ia berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”

Lalu, Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekedar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu atas sedikit amal yang engkau lakukan.”

(Vina – Disadur dari Buku Ada Surga di Rumahmu Karya Ustadz Al-Habsy)

Baca Juga:

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here